Berita

Meirika Franola/ist

MAFIA NARKOBA

Orang Istana: Meirika Franola Tetap Akan Mati di Penjara

SABTU, 10 NOVEMBER 2012 | 10:25 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Apa yang disampaikan Presiden SBY tentang grasi kepada terpidana Meirika Franola sudah sangat jelas dan transparan. SBY mengatakan bertanggung jawab atas putusan itu, tanpa menyalahkan siapa pun. Itu adalah sikap ksatria seorang  pengambil keputusan.

Demikian disampaikan Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi dan Informasi, Heru Lelono, menjawab berbagai keraguan yang berkembang berkaitan dengan grasi yang diberikan untuk kurir narkoba itu.

"Bila disimak benar, jelas disana jiwa pertimbangan kemanusiaan sangat tampak melatari keputusan SBY," ujar Heru.

Heru sekali lagi mengatakan bahwa dasar pertimbangan SBY adalah laporan yang menyebutkan bahwa Ola bukan tergolong bandar, melainkan hanya sekelas kurir. Namun demikian, bukan berarti Ola bebas. Dia tetap akan mati juga di penjara karena masih harus menjalani hukuman seumur hidup.

"Esensi penting menurut saya, bukan saja hidup dan mati adalah masalah spiritual antara manusia dan Tuhan, namun sesuai namanya, Lembaga Pemasyarakatan sebenarnya bertugas mengusahakan terpidana sadar atas kesalahannya. Banyak contoh termasuk di Indonesia, mantan penjahat sadar dan menjadi warga yang baik," urai Heru Lelono dalam pembicaraan dengan Rakyat Merdeka Online, Sabtu pagi ini (10/11).

Mantan preman yang mungkin juga membuat orang terbunuh, bisa menjadi ulama, sambungnya. Ada mantan pecandu narkoba yang menjadi tokoh anti narkoba.

"Bila telah mendapat pengampunan untuk menjadi sadar, tetapi masih melakukan kejahatan, hukumannya haruslah lebih berat. Termasuk juga untuk Ola. Semua harus dibuktikan secara hukum, dan secepatnya, seperti permintaan SBY," demikian Heru. [guh]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya