Berita

ilustrasi

Politik

KPU Menunda Lagi, Bawaslu Harus Bergerak!

JUMAT, 26 OKTOBER 2012 | 16:02 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali menunda pengumuman hasil verifikasi administrasi partai politik (parpol) calon peserta Pemilu 2014 menimbulkan tanda tanya. Apa sebenarnya yang terjadi sehingga jadwal pengumuman terus saja diundur?

"Sejak pengunduran kemarin, saya sudah bertanya-tanya apa yang terjadi sehingga jadwal pengumuman diundurkan. Pernyataan KPU bahwa ada beberapa persoalan adminstratif parpol yang harus terus diteliti tidak terlalu meyakinkan," kata Direktur Eksekutif Lingkar Madani Untuk Indonesia (Lima), Ray Rangkuti, kepada Rakyat Merdeka Online, Jumat (26/10).

Setidaknya KPU telah mengundur pengumuman hasil veifikasi administrasi parpol sebanyak empat kali. Harusnya pengumuman dilakukan tanggal 23 Oktober 2012 namun diundur menjadi 25 Oktober pukul 16.00 dan diundur lagi ke pukul 19.00 di hari yang sama. Tapi kemudian diundur kembali ke tanggal 28 Oktober 2012.

Ray mengatakan, alasan penundaan KPU tidak meyakinkan sebab asumsinya, verifikasi kedua sudah lebih sederhana karena telah ada identifikasi berbagai kekurangan parpol pada verifikasi pertama. Verifikasi kedua hanya tinggal memverifikasi data perubahan saja. Artinya tidak mulai dari nol kembali.

"Pernyataan KPU bahwa ada persoalan pemberkasan malah menimbulkan tanda tanya lebih lanjut. Pemberkasan seperti apa yang dimaksud oleh KPU. Bukankah memang sejak verifikasi dilakukan, pemberkasan juga telah dilakukan," keluhnya.

Dia katakan, rapat KPU yang sangat tertutup juga menimbulkan tanda tanya. Apa sebenarnya yang harus ditutupi padahal pada akhirnya tetap harus diumumkan. Yang tertutup, lanjut Ray, cukup waktu tahapan verifikasi karena ada unsur kekhawatiran para verifikator berhubngan dengan partai politik calon peserta pemilu. Tetapi waktu hendak menetapkan calon parpol yang lolos atau tidak, sebaiknya dilakukan dalam rapat terbuka.

"Kalau tak ada sesuatu yang sangat rahasia, sebaiknya rapat-rapat seperti itu dibuka saja. Ditampilkan seluruh data-data parpol, mana yang sesuai mana yang tidak. Apa yang kurang, apa yang tidak ada. Dengan membuka data-data yang tersebut maka sama tahu dan paham mengapa satu parpol diloloskan dan yang lain tidak," katanya.

Menurut Ray, untuk memastikan semua hal tersebut maka perlu ada keterlibatan yang intens dari Bawaslu. Sayangnya, enam bulan bekerja mereka hanya menghasilkan dua keluhan. Bawaslu tak punya insting curiga, inisiatif memecah kebekuan, kreasi membuka jalur, monoton dan hanya menunggu.

"Bawaslu seperti pasangan dengan bulan madu yang tak berakhir. Tanpa keterlibatan mereka akan sulit memastikan apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa terus dimundurkan? Apa yang menjadi kendala? Bawaslu harus bergerak," demikian Ray. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Intervensi Prabowo soal Kabinet Jelang Pelantikan Presiden

Jumat, 03 Juli 2026 | 06:13

Sehina-hinanya, Serendah-rendahnya

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:48

Rezim Baru dan Kelahiran Organisasi Pemuda Paramiliter

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:41

Satu Polisi Tewas Dibacok saat Gerebek Bandar Sabu di Katingan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:18

Jokowi Kecewa Berat Roy Suryo-Dokter Tifa Tak Ditahan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:15

Jokowi Tidak Rela Kehilangan Kekuasaan

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:26

Spanyol Lolos ke 16 Besar setelah Gasak Austria 3-0

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:12

Raja Juli Antoni Dituntut Terbuka soal Kasus Bupati Kuansing

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:03

Flyover Latumenten Bisa Kurangi Kemacetan 40 Persen

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:30

Sangat Aneh Kejaksaan Belum Periksa Jokowi

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:17

Selengkapnya