almarhum armansyah di gendong ibunda/ist
Nyawa Armansyah Siregar, bocoh dua tahun 11 bulan itu tidak terselamatkan lagi. Arman panggilan akrab Armansyah Siregar adalah penderita penyakit langka, yaitu neuroblastoma atau tumor ganas di syaraf. Arman meninggal pada pukul 16.25 WIB, kemarin, (Rabu, 24/10) di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat.
Di RSCM, Arman melakukan pengobatan kemoterapi anak guna menstabilkan kondisi fisik untuk bisa dilakukan pengobatan lebih lanjut. Namun Kondisi Arman semakin memburuk, bintik-bintik merah menjalar disekujur tubuhnya, benjolan-benjolan juga terlihat di bagian wajah, tenggerokan, perut, gusi dan mata, hingga nyawa bacah cilik itu tidak tertolong lagi. Bahkan sebelumnya, Arman tidak dapat melihat lagi karena penyakit itu merenggut matanya.
"Konsisi Arman waktu itu memburuk, tapi sekitars setengah jam, kondisinya membaik normal, tapi tiba-tiba memburuk lagi," ujar Sahman Sahyuti Siregar, ayah kandung Arman dengan mengeluarkan air mata kepada Rakyat Merdeka Online di RSCM, Jalan Diponegoro 71, Jakarta Pusat, kemarin (Rabu, 25/10).
Kondisi ini membuat Sahman sangat terpukul, sebab Sahman dan istrinya selama ini dengan ikhlas mendampingi penyembuhan buah hatinya.
"Walau sedih, saya sudah ikhlas melepaskan kepergian anak saya. sebelum meninggal, saya shalat ashar, lalu saya berdoa pada Allah, "ya Allah, kalau memang yang terbaik anak saya kau ambil, ambillah ya Allah. Tapi kalau tidak, sehat anak saya ya Allah," sambungnya.
Tidak sampai disitu, Sahman sambil menangis menceritakan bagaimana cerianya putra satu-satunya itu sebelum Agustus lalu, dimana waktu itu Arman masih sehat dan tidak ada tanda-tanda akan sakit parah. "Setiap pulang kerja, anak saya selalu tertawa melihat saya, dia selalu mengatakan 'Ayah, Ayah'," cerita Sahman.
Sebelum meninggal dunia, Arman dirawat di RSCM selama satu bulan lamanya, tepatnya dari 28 September 2012. Dan sebelumnya, Arman juga sempat dirawat di RSUD Kabupaten Labuhanbatu dan RS. Adam Malik Medan Sumut selama dua bulan. Sekedar diketahui, Arman sudah lebih dari 10 kali diperiksa tim dokter. Arman ditangani Divisi Hematologi-Onkologi, Depertemen Kesehatan Anak FKUI/RSCM. Sebagai Protokol OPEC/OJEC atau Dokternya adalah dr. Novie Amalia, Sp.A (K). Dari awal masuk RSCM 29 September lalu.
Sore tadi, Kamis (25/10), sekitar pukul 17.00 WIB, jenazah Arman sudah dikebumikan di rumah duku, setelah diterbangkan dari Jakarta, tadi pagi. Sejak Agustus 2012 lalu, muncul tanda kebiru-biruan di sekitar bola mata Arman. Arman sendiri dan kedua orang tunanya, Sahman Sahyuti Siregar (23) dan Selvinaria Siahaan (25) yang berdomisili di Lingkungan Temutua, Kelurahan Kota Pinang, Kecamatan Kota Pinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Provinsi Sumatera Utara.
Terakhir, Sahman hanya bisa berterimakasih, kepada semua pihak yang selama ini memberikan bantuan dan perhatian dalam proses perawatan Arman. Begitu juga, Syarif Hidayat sebagai koordinator "Peduli Arman" yang selama ini mendampingi keluarga Arman baik di Sumut dan Jakarta mengungkapkan, terimakasih kepada semua pihak.
"Hanya Tuhanlah yang bisa membalas ketulusan kita, kami mohon maaf selama ini kalau ada kesalahan," sambil mengatakan menutup nomor rekening bantuan untuk Arman.
[arp]