Berita

Politik

Agus Martowardojo Minta Audit Hambalang Tak Terburu-buru Diumumkan

SELASA, 23 OKTOBER 2012 | 16:39 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Menteri Keuangan Agus Martowardojo meminta agar tim auditor investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tak terburu-buru mengeluarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) proyek pembanguna pusat olahraga Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

"Kita harapkan nanti kalau audit BPK keluar, tidak usah terburu-buru. Yang penting jangan menzolimi orang yang tidak salah tetapi orang yang memang salah, harus bisa ditemukan," ujar Agus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (23/10).

Agus sangat menyayangkan adanya intervensi terhadap BPK seperti yang disampaikan anggota BPK Taufiqurrahman Ruki.


"Kalau pejabat seperti Pak Taufiqurrahman Ruki sebagai mantan Ketua KPK yang kredibel mengatakan ini, dari bawah saja tulisannya kok seperti ini, berubah-ubah, ada nama-nama yang harusnya bertanggung jawab atau kontraktor atau suplier yang harus bertanggung jawab ternyata tidak dicantumkan, ini yang harus dilihat," sesalnya.

Agus menjamin pihaknya beserta jajaran akan kooperatif. Dia juga berharap penegak hukum segera menuntaskan dugaan penyimpangan Hambalang.

"Kami juga sudah sampaikan kepada jajaran kami, bahwa semua harus bekerja dengan taat azas, kalau nanti ada yang salah, tentu akan ditindak," demikian Agus.

Ada pemberitaan audit investigatif Hambalang oleh BPK menemukan dugaan penyelewengan dan indikasi tindak pidana korupsi, antara lain oleh dua menteri dan satu wakil menteri. Pelanggaran oleh menteri dan wakilnya adalah terkait kesalahan prosedur dalam menentukan kenaikan pagu anggaran dan penetapan anggaran multi years terhadap proyek senilai Rp 2,5 triliun itu. Pelanggaran diduga dilakukan sang wakil menteri saat menjabat Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan.

Sementera anggota II BPK yang juga pengarah tim audit Hambalang Taufiekurahman Ruki mengancam tak akan menandatangani laporan hasil audit kalau nama Menpora Andi Mallarangeng dan dua perusahaan kontraktror PT Duta Citra Laras dan PT Adhi Karya tak ada dalam laporannya. Pasalnya dalam pemeriksaan awal ditemukan ada keterlibatan nama-nama tersebut. [dem]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya