Berita

eva k sundari/ist

Nusantara

Polisi Harus Bertanggung Jawab atas Peredaran Foto Nyaris Telanjang Novi Amalia

KAMIS, 18 OKTOBER 2012 | 21:18 WIB | LAPORAN:

Polisi harus bertanggung jawab atas beredarnya foto-foto tak senonoh Novi Amelia, model majalah dewasa yang menabrak tujuh pejalan kaki di Jalan Hayam Wuruk Jakarta, pekan lalu (Kamis, 11/10). Pasalnya, foto-foto yang beredar di dunia maya itu diambil saat Novi menjalani pemeriksaan Mapolsek Taman Sari, Jakarta Barat.

"Saya tidak bisa menerima alasan polisi bahwa foto diedarkan oleh orang lain (bukan polisi)," ujar anggota KOmisi Hukum DPR RI Eva Kusuma Sundari, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Jakarta, Kamis (18/10).

Foto-foto seronok Novi beredar luas di dunia maya. Pada salah satu foto, model majalah dewasa itu nampak tengah duduk di atas sebuah kasur hitam dengan hanya mengenakan bra berwarna kehijauan atau kebiruan, celana pendek warna putih bercorak totol kuning dan tangan terbogol.

Pada foto lain Novi tengah berdiri di atas kasur ditemani dua polisi yang sedang duduk. Seorang polisi diantara mereka mengenakan pakaian dinas, sementara seorang polisi lainnya mengenakan kaos Polri sambil memegang sarung. Di foto lainnya, Novi nampak berdiri dengan bra terbuka sambil tangannya membuka celana sehingga terlihat wilayah V-nya.

Eva mempertanyakan sikap Kepolisian yang membiarkan gambar Novi diabadikan kamera dalam keadaan nyaris tanpa busana. Pembiaraan itu menurutnya merupakan pelecehan terhadap harkat martabat manusia.

"Di mana tanggung jawab polisi menjaga martabat seseorang?" protesnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menyatakan beredarnya foto Novi di masyarakat sebagai bentuk kejahatan. Eva mendesak polisi segera menangkap pelaku penyebar foto Novi.

"Polisi bisa menggunakan undang-undang ITE. Kalau Ariel (Peter Pan) saja bisa dihukum masa ini tidak," terang Eva.

Dia katakan, sikap lepas tangan Polri atas beredarnya foto Novi bisa menjadi preseden buruk bagi Polri dalam menangani kasus-kasus yang berkaitan dengan perempuan. Kapolri, imbuh Eva, harus memerintah pengusutan kepada anak buahnya yang lalai atau sengaja bersikap lalai dalam pengambilan gambar foto Novi saat pemeriksaan.

"Saya berharap Kapolri menyikapi persoalan ini secara sistemik," tandasnya. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya