Berita

ramadhan pohan/ist

Niat SBY Menggulirkan Protokol Anti Penistaan Agama Patut Diacungi Jempol

RABU, 03 OKTOBER 2012 | 00:16 WIB | LAPORAN:

Terlepas dari kontroversi yang mendera, niat Presiden SBY dalam menggulirkan Protokol Anti Penistaan Agama patut diacungi jempol. Pasalnya, hal ini bertujuan mulia, yakni menjaga keharmonisan antar umat beragama.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR, Ramadhan Pohan dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Selasa (2/10).

"Saat ini berkembang isu yang mengglobal dan berdampak buruk bagi keamanan dunia. Ini lantaran sebuah film independen yang berjudul Innocence of Muslims yang menodai Islam. Bukan saja melukai hati dan perasaan umat Islam di seluruh dunia, tetapi juga mengancam secara langsung keamanan nasional berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan Indonesia," kata Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat ini.


Indonesia, sambung Ramadhan, memang demokrasi dengan fitur HAM-nya sangat penting. Tapi juga penting untuk dipahami batasan etika dan batasan legal formal dalam rangka memelihara harmoni dalam keragaman.

"Untuk itulah Presiden RI SBY dalam Sidang Umum PBB di New York pada 25 September 2012 mengusulkan sebuah Protokol Anti Penistaan Agama. Diharapkan ini dapat menjadi pertimbangan menjadi sebuah Konvensi Internasional," imbuhnya.

Protokol Anti Penodaan Agama itu, imbuh Ramadhan, jika disetujui sebagai sebuah Konvensi Internasional sangat penting untuk meredakan ketegangan antar peradaban. [arp]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya