Berita

Sony Dwi Kuncoro

Olahraga

Sang Merah Putih Berkibar Dua Kali

Indonesia Open GP Gold 2012
SENIN, 01 OKTOBER 2012 | 09:31 WIB

Angin segar datang di tengah keterpurukan dunia bulutangkis Indonesia. Tuan rumah merebut dua gelar di ajang Indonesian Open GP Gold di Palembang kemarin.

Semua partai diraih dengan mengoptimalkan dua partai yang melangsungkan All Indonesian Final di tunggal putra melalui Sony Dwi Kuncoro dan ganda cam­puran Liliyana Natsir/Ah­mad Tontowi. Sayang kesem­pa­tan menambah gelar gagal di­man­faatkan di tunggal putri Yeni As­marani dan ganda putra Ang­ga Pratama/Ryan Agung Saputra yang hanya jadi finalis.

Dalam pertandingan tunggal putra Sony mematahkan langkah Dionysius Hayom Rumbaka. So­ny berhasil meraih gelar kedua­nya tahun ini.

Sony yang merupakan unggu­lan kelima itu hanya butuh waktu 34 menit untuk mengatasi Ha­yom yang merupakan unggulan empat dengan skor 21-11 dan 21-11. “Saya mengetahui soal kon­disi Hayom yang sedang tidak fit, dia juga bermain ketat sebe­lum ke final. Tidak ada strategi spesial di permainan saya hari ini, kami su­dah sering latihan ber­sama, sama-sama tahu kele­bi­han dan kekura­ngan masing-ma­sing” kata Sony setelah per­tandingan.

Di set pertama dalam duel ‘Me­rah Putih’ itu, Sony langsung tancap gas mendulang poin dan unggul 9-0 atas Hayom. Berusa­ha bangkit, Hayom sempat me­ngikis ketinggalan jadi 8-14, te­tapi Sony sudah tak terkejar lagi.

Di set kedua, pertarungan ber­jalan lebih sengit. Pebulu­tangkis asal Surabaya itu berusaha kem­bali mengambil inisiatif, tetapi Hayom sukses memberikan per­lawanan lebih alot. Walhasil, ke­d­ua pebulutangkis itu sempat ber­imbang sampai kedudukan 6-6.

Setelah itu Sony perlahan-la­han menemukan ritme kembali yang membuatnya berhasil me­nyudahi permainan. Gelar ini se­kaligus menjadi pembuktian So­ny, bahwa dirinya mampu bang­kit dari cedera pinggang yang menderanya beberapa tahun be­la­­kangan. Cedera sempat mem­buat peraih medali perunggu Olim­piade Athena 2004 berada di masa-masa sulit hingga pering­katnya merosot dan ia terlempar dari jajaran 100 besar dunia.

“Makin kesini, saya semakin di­siplin untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya agar bisa tam­­pil sebagus mungkin saat tanding. Di usia saya sekarang ini, yang diutamakan adalah kekuatan fisik karena kecepatan sudah berku­rang, sekarang harus bisa jaga sta­mina dan kondisi” ungkap pe­main rangking 35 dunia ini.

Meskipun sementara telah mengantongi dua gelar di tahun 2012, namun Sony merasa be­lum puas karena masih banyak tar­get­nya yang belum tercapai.  “Sa­ya harus banyak belajar lagi, masih banyak yang belum saya raih. Obsesi terbesar tiap pemain ada­lah olimpiade, saya juga ingin, tapi tak mau terlalu berlebihan ke sana, satu-satu dulu” ucap pemain kelahiran 7 Juli 1984 ini.

Setelah turnamen ini, Sony akan segera berangkat ke Taiwan untuk mengikuti Taiwan Open Grand Prix Gold 2012 kemudian Denmark Open Super Series Pre­­mier 2012.

Sementara itu, gelar juga di­sum­­bangkan oleh ganda campu­ran, Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir. Mereka berhasil menga­lahkan rekan senegaranya, Mu­hammad Rijal/Debby Susanto dengan skor 21-19, 21-14.

Namun kegagalan harus diala­mi tunggal putri, ganda putri dan ganda putra. Yeni Asmarani yang menjadi andalan Indonesia gagal tunggal putri. Dia dikalahkan pe­main unggulan kedua asal Chi­na, Li Han.

Pemain China itu masih terlalu kuat bagi Yeni. Pebulutangkis Indonesia ini menyerah dua set langsung dengan skor 21-12 dan 21-10 dalam waktu 30 menit.

Ganda putra yang selama ini menjadi andalan, tak berhasil menyumbangkan gelar. Pasang­an Angga Pratama/Ryan Agung Saputra harus mengakui kehe­ba­tan pasangan Ki Jung Kim/Sa Rang Kim asal Korea Selatan 21-13 dan 21-9. Se­dang di sektor ganda putri gelar diraih pemain Jepang Misaki Mat­sumoto/Ayaka Takahashi yang menaklukkan pasangan Korea Selatan Hye Won Eom /Ye Na Jang 21-12, 12-21,21-13. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya