Berita

Poempida Hidayatullah

Orang Ical Yakin Jualan Tua Vs Muda Nggak Bakal Laku

SELASA, 18 SEPTEMBER 2012 | 08:22 WIB

Anak buah Aburizal Bakrie ali­as Ical, Poempida Hidayatullah, me­radang juga dengan ‘jualan’ anak buah Surya Paloh, Jeffrie Geovanie soal tokoh tua-tokoh muda.

Menurut Poempida, memain­kan wacana dikotomi tua dan mu­da untuk kepemimpinan 2014 su­dah tidak perlu. Dia bilang, suk­ses ti­daknya kepemimpinan nasio­nal ti­dak ditentukan faktor usia.

“Dalam dunia politik tidak di­ke­nal dikotomi tua dan muda. Ma­kanya, anak muda jangan me­nunggu untuk mendapatkan gili­ran, karena politik tidak bekerja seperti itu,” katanya, kemarin.

Poempida pesimistis, wacana di­kotomi tokoh tua dan muda akan menjadi laku sebagai bahan kampanye Pilpres 2014. Soalnya, peluang tokoh tua dan muda sama saja, tergantung kerja keras.

“Di Amerika Winston Chur­chill, Ronald Reegan contoh to­koh-to­koh yang sukses mengen­yam ke­suk­sesan berpolitik di masa tua­nya. Sedangkan tokoh muda ada Bill Clinton hingga Obama. Arti­nya, baik muda ataupun tua pe­luangnya sama tergantung prestasi dan kerja keras,” ungkapnya.

Dia menilai keliru pandangan yang menyebut kesempatan mun­culnya tokoh muda sebagai pe­mimpin 2014, tertutup. Peluang munculnya pemimpin muda tetap terbuka, namun peluang tersebut harus diciptakan anak muda itu sendiri melalui kerja keras.

“Kekuasaan yang hakiki tidak bisa diberikan, tetapi harus dire­but,” kata politisi yang menjadi anggota DPR karena PAW dari Jeffrie Goevanie ini.

Terpisah, Sekretaris Majelis Na­­sional Partai Nasdem Jeffrie Geo­vanie getol menjual wacana dikotomi tua-muda. Pada Pemilu 2014, masyarakat akan mulai je­nuh dengan tokoh-tokoh tua yang dimunculkan parpol.

“Sesungguhnya merugilah par­tai-partai yang tidak bisa mem­baca tanda-tanda zaman, memba­ca ke­galauan dan harapan ma­syara­kat. Masyarakat butuh figur baru yang inovatif,” katanya, kemarin.

Menurutnya, politik Indonesia 2014 harus dengan tampilan wa­jah baru. Selama ini, masyarakat disuguhkan tokoh-tokoh yang itu-itu saja. Tidak ada inovasi dari kepemimpinan nasional terhadap kaum muda.

“Partai Nasdem sudah mulai mem­pelopori itu, memberi ruang terhadap tokoh muda. Bahkan, ki­ni sudah bisa seimbang dengan to­koh-tokoh senior. Bahkan seka­rang, tokoh muda Nasdem sudah bisa du­duk sama rendah dan ber­diri sama tinggi dengan Aburizal Bakrie, Sur­yadharma Ali, Hatta Rajasa, dan lain-lain,” pungkasnya. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya