Berita

Tono Suratman

Olahraga

PON 2012

KONI Jatim Ancam Gugat Tono Suratman

SABTU, 15 SEPTEMBER 2012 | 16:18 WIB

Kisruh sepakbola di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau 2012 memasuki babak baru.

KONI Jawa Timur mengancam akan menggugat secara perdata Ketua KONI Pusat, Tono Suratman, karena dianggap  mengintervensi keputusan Dewan Hakim.

Tono telah memberi izin tim sepakbola Jawa Barat untuk tetap melanjutkan ke babak enam besar PON 2012, meski telah didiskualifikasi oleh Dewan Hakim.

"Kami akan segera menggugat Ketua KONI Pusat, Tono Suratman, atas intervensi terhadap keputusan Dewan Hakim yang telah mendiskualifikasi tim Jabar," kata Mohammad Maruf, selaku anggota Komisi Hukum KONI Jatim, dalam jumpa pers Jumat (14/9), di Media Center Rumbai, Pekanbaru.

Ia menegaskan gugatan perdata itu akan dilaksanakan di pengadilan di Jakarta.  "Kalau tidak ada halangan, Senin (17/9), gugatan akan diajukan ke pengadilan di Jakarta, sesuai domisili KONI Pusat" katanya.

Dilanjutkan Maruf, tuntutan KONI Jatim yaitu meminta Dewan Hakim membatalkan keputusan Tono Suratman yang menganulir diskualifikasi tim Jabar.  Dewan Hakim juga diminta tetap mendiskualifikasi Jabar karena telah melanggar aturan. 

Semestinya, manajer tim Jabar diisi Tonny Aprillani, namun kenyataannya dipegang Bambang Sukowiyono. "Kami juga meminta agar hasil pertandingan antara Jabar melawan Papua dibatalkan. Semuanya akan dibahas dalam sidang bersama Dewan Hakim," ujar Maruf.

Menurut dia, sejauh ini pelaksanaan PON di cabang sepak bola telah cacat hukum. Hal itu disebabkan adanya intervensi Tono Suratman terhadap cabang terpopuler tersebut. "Kalau ada yang bilang bahwa Tono Suratman punya hak prerogatif untuk campur tangan, ya silakan. Tapi, itu akan diuji melalui sidang bersama Dewan Hakim. Kami menggugat karena merasa benar, bukan karena ingin medali," tandasnya.

Sejatinya, Jatim berhak lolos ke babak enam besar untuk menggantikan Jabar yang telah didiskualifikasi Dewan Hakim. Namun, akibat campur tangan Ketua KONI Pusat, diskualifikasi itu dicabut. [zul]


Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Relawan Jokowi: Rismon Sianipar Pengecut!

Jumat, 13 Maret 2026 | 01:05

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

UPDATE

Prediksi Mossad Gagal, Netanyahu Disebut Murka ke Direktur Intelijen

Senin, 23 Maret 2026 | 13:39

Kasus Andrie Yunus Bisa Diusut Timwas Intelijen DPR

Senin, 23 Maret 2026 | 13:23

Pengamat: Trump Inkonsisten Soal Selat Hormuz

Senin, 23 Maret 2026 | 13:09

Daftar Negara yang Terancam Bangkrut Akibat Perang Iran

Senin, 23 Maret 2026 | 12:53

Gebrakan Xiaomi SU7 2026: Ludes 15 Ribu Unit dalam 34 Menit, Daya Jelajah Tembus 900 Km!

Senin, 23 Maret 2026 | 12:37

H+2 Lebaran, Emas Antam Turun Rp50 Ribu

Senin, 23 Maret 2026 | 12:35

WFH Jangan Ganggu Kinerja Perusahaan, DPR Minta Pemerintah Hati-hati

Senin, 23 Maret 2026 | 12:31

124 Perusahaan Truk Kena Sanksi Saat Lebaran, Mayoritas Pelanggaran ODOL

Senin, 23 Maret 2026 | 12:08

Menhub Siapkan Strategi Khusus Amankan Arus Balik Lebaran 1447 H Lintas Sumatra-Jawa

Senin, 23 Maret 2026 | 11:27

DJP: Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta, Lapor SPT Tahunan Capai 8,7 Juta

Senin, 23 Maret 2026 | 11:03

Selengkapnya