Berita

KOKO PRAKOSO, BS/IST

Indonesia Membutuhkan 1 Juta Wirausahawan Baru

KEMENKOP SERIUS JALANKAN GKN
KAMIS, 06 SEPTEMBER 2012 | 09:06 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM akan terus menggulirkan Gerakan Kewirausahaan Nasional  (GKN) secara sistematis dan serius. Langkah itu sebagai upaya, meningkatkan jumlah wirausahawan (enterpreneur) Indonesia dari 1,56 persen menuju angka 2 persen. Untuk mencapai itu, diperlukan sekitar 1 juta wirausahawan baru.

Demikian disampaikan Deputi V Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop dan UKM) Prakoso Budi Susetyo,  di hadapan sekitar 270 peserta seminar “Pemasyarakatan Kewirausahaan” di aula Kampus Universitas Ottow Geisser, Kotaraja, Kota Jayapuran, Selasa (4/9).

“Angka  2 persen dari jumlah populasi penduduk merupakan parameter dunia untuk menetapkan setiap negara memiliki kekuatan ekonomi standar,” katanya.


Menurut Prakoso BS, Indonesia masih butuh sekitar 1 juta enterpreneur untuk menjadi negara berkekuatan ekonomi standar. Jumlah sejuta itu, merupakan kekurangan 0,44 persen dari total 2 persen yang ditargrtkan pemerintah.

“Untuk menutup kekurangan itu, saya berharap akan datang dari para sarjana dan calon sarjana dari kampus-kampus se-Jayapura,” katanya.

Lanjut Koko, demikian sapaan akrab Prakoso, memaparkan seorang wirausaha ialah seseorang yang menemukan produk dan jasa baru yang belum ada di pasar dan bisa memberikan nilai tambah.

 "Bagi sebuah negara berkembang seperti Indonesia, tumbuhnya jumlah wirausaha atau entrepreneur mampu menjadi salah satu lokomotif penarik pertumbuhan ekonomi".

Dengan adanya lebih banyak entrepreneur, kata dia, otomatis akan ada banyak lapangan pekerjaan. Lapangan pekerjaan ini akan diisi oleh banyak penduduk yang kesulitan mendapat pekerjaan.

“Sebagai langkah awal, bukalah peluang usaha yang ada di sekitar lingkungan. Dan yang paling terdekat adalah, hobi kita. Buka dan kembangkan hobi kita menjadi peluang usaha. Yang bekerja dulu, jangan terpaku terhadap modal. Modal akan menyusul, bahkan bisa mencari kita, kita punya usaha kontinyu dan berprospek,” tegas Koko, sambil menambahkan profesi sampingannya pun, selain sebagai PNS, adalah punya workshop alias bengkel mobil.

“Dan yang paling utama juga, jangan malu untuk berprofesi sebagai entrepreneur. Jangan terpaku, setelah meraih gelar S1, harus punya kerja bagus dan memiliki fasilitas, minimal sepedamotor, misalnya. Jangan! Tepis pemikiran atau keinginan tersebut, apalagi sekarang ada kebijakan moratorium penerimaan PNS,” papar Koko dalam sambutannya.

Seminar sehari yang dibuka resmi Asda III Bidang Umum Pemprof Papua Drs Waryoto Msi dengan menabuh tifa itu, menyuguhkan tiga pembicara sekaligus, yakni dari Kemenkop UKM Bidang SDM diwakili Asisten Deputi Urusan Pengembangan Kewirausahaan Tati, untuk pembahasan masalah pembiayaan dari Bank Papua, dan kiat-kiat usaha disuguhi salah satu pengusaha derah setempat.

Para peserta seminar itu adalah sarjana dan calon sarjana atau mahasiswa dari universitas dan perguruan tinggi se-Kota Jayapura di antaranya Universitas Cendrawasih, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Umel Mandiri, Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stikom) Muhammadiyah, Sekolah Tinggi Teologi, Universitas Saint & Teknologi Jayapura, Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen dan Ilmu Komputer (Stimik), Universitas Yayasan Pendidikan Islam (Yapis), Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (Stisipol), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Port Numbay, dan Akademi Sekretaris Manajemen Indonesia (ASMI). [dzk]


Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

ANTAM Pertahankan Posisi di Tiga Indeks ESG KEHATI Periode Juni–November 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:22

Dari Korupsi BGN ke RUU HAM: Meninjau Korban yang Terlupakan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:02

KSAU Resmikan Skadron Udara 18 di Lanud Halim, Perkuat Dukungan Penerbangan Kenegaraan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:01

Pimpinan DPR Siap Temui Mahasiswa yang Demo di Parlemen Hari Ini

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:57

PGN Gelar Program Bedah Dapur GasKita 2026 demi Manjakan Pelanggan

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:45

KPK Dalami Peran Mertua Menpora Dito Ariotedjo dalam Skema Kuota Haji 50:50

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:42

BPJPH dan ESQ Siapkan SDM Tangguh Hadapi Wajib Halal 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:37

Sugiono Sampaikan Salam Prabowo untuk Putin, Minta Maaf Absen di KTT ASEAN-Rusia

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:35

Harga Minyak Dunia Stabil saat Selat Hormuz Kembali Dibuka

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:27

93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Rampung, Mensos Imbau Pemda Perkuat Kolaborasi

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:09

Selengkapnya