Berita

ilustrasi/ist

BENTROKAN SAMPANG

Ketum PP Pemuda Muhammadiyah: Ulama Belum Maksimal Antisipasi Aksi Kekerasan

SENIN, 27 AGUSTUS 2012 | 18:29 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Konflik horizontal antara penganut mazhab Sunni dan Syi'ah yang terjadi di Dusun Nangkernang, Sampang, Madura harus dihentikan. Selain pemerintah dan aparat keamanan, elemen paling panting yang diharapkan dapat berperan  adalah para ulama dan tokoh agama.

Pasalnya, sampai saat ini pemerintah, aparat keamanan, para ulama dan tokoh agama belum berbuat secara maksimal dalam mengantisipasi konflik yang menelan korban jiwa dan luka-luka tersebut.

"Pemerintah kelihatannya belum berhasil memfungsikan intelejen negara dengan baik. Sementara, aparat kepolisian masih kecolongan dan cenderung statis dan tidak bisa mencegah jatuhnya korban. Padahal, konflik seperti ini sudah terjadi untuk yang kesekian kalinya," demikian disampaikan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Saleh P. Daulay, saat dihubungi wartawan sesaat lalu.

Selain itu, Saleh melihat bahwa peran ulama dan tokoh agama setempat dalam memberikan pencerahan kepada umatnya masih jauh dari yang diharapkan. Padahal, persoalan perbedaan penafsiran dan pemahaman agama hanya bisa dijelaskan dengan baik oleh para ulama dan tokoh agama. Pendapat ulama dan tokoh agama selama ini selalu dijadikan masyarakat sebagai rujukan dalam menjalankan agama dan keyakinannya.

"Pertanyaannya adalah darimana masyarakat awam tahu bahwa Syi'ah itu sesat? Jawaban sederhananya ya dari para ustadz dan guru-guru agamanya. Saya kok rasanya tidak percaya kalau para pelaku kerusuhan itu memahami secara detail pemikiran dan mazhab Syi'ah," ujarnya lagi.

Dalam kaitan ini, lanjut Saleh, peran para ustadz dan guru-guru agama menjadi sangat penting. Mereka tentu dapat mencegah agar tidak terjadi konflik. Pesan-pesan dakwah yang humanis dan damai tentu dapat disampaikan kepada para murid dan pengikutnya.

"Di tengah-tengah sorotan dunia terhadap kasus-kasus pelanggaran HAM di Indonesia, kasus Sampang ini tidak boleh diabaikan begitu saja. Persoalan benar tidaknya paham dan keyakinan penganut Syi'ah adalah urusan lain. Persoalan utamanya adalah jangan sampai ada umat beragama yang melakukan tindak kekerasan dan kriminalitas atas nama agama. Ini tidak saja berlaku antar umat beragama, tetapi juga di tingkat internal umat beragama."

Selain dituntut bertindak tegas terhadap para pelaku tindak kekerasan, pemerintah dan aparat keamanan diminta untuk melibatkan para ulama dan tokoh agama dalam menyelesaikan kasus ini. Keterlibatan para ulama dan tokoh agama ini diharapkan dapat menjadi anging sejuk dalam menyelesaikan masalah ini.

"Tentu tidak elok bila ada tokoh agama yang mengecam dan mengutuk kekerasan sementara umatnya tidak ditertibkan terlebih dahulu. Penganut Syi'ah adalah juga warga negara yang wajib dilindungi keamanan dan hak hidupnya. Dan itu harus dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa," demikian Saleh. [guh]


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Polisi Pastikan Pengemudi Pikap yang Tabrak Petugas di Gerbang DPR Mabuk Alkohol

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:26

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi Mundur Usai Berselisih dengan Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:18

Wall Street Melemah, Investor Cermati Pidato Kevin Warsh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:14

Dony Oskaria Bongkar Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Jadi Target

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:46

Saham Eropa Melesat Cantik Dipimpin Sektor Mewah dan Perbankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34

Dua Sumur Baru PHSS di Struktur Semberah Lampaui Target Produksi Migas

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:19

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas, Rp25 Juta Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:07

Ichsanuddin Noorsy dan Pemikiran Ekonomi Konstitusi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:54

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:46

Selengkapnya