Berita

eva sundari/ist

Eva Sundari Ingatkan Rhoma Irama dengan Lagu Berjudul 135 Juta Jiwa

SENIN, 30 JULI 2012 | 13:46 WIB | LAPORAN:

. Sungguh memprihatinkan bila demokrasi dan keterbukaan dimaknai sebagai keran, ruang, dan kesempatan untuk melakukan apa saja, termasuk menegasikan konstitusi dengan mendiskriminasikan warga negara atas asas equality before the law, utamanya hak dipilih dan memilih.

"Syahwat memenangkan Pilkada DKI, sepatutnya tidak ditempuh dengan menghalalkan berbagai cara, misalnya mencuri start dengan menunggangi Ramadhan dengan tema yang bertentangan dengan pilar Bhinekka Tunggal Ika yang tujuannya justru mempersatukan bangsa," kata anggota Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 30/7).

Pernyataan Eva ini terkait dengan pernyataan Rhoma Irama saat memberikan ceramah shalat tarawih di Masjid Al Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Minggu malam (29/7). Dalam kesempatan itu Rhoma mengatakan bahwa kempanye dengan menggunakan SARA itu dibenarkan karena Indonesia saat ini berada dalam  zaman keterbukaan dan demokrasi, sehingga masyarakat harus mengetahui siapa calon pemimpin mereka dan harus memilih calon yang seagama.


Seakan menyindir, Eva pun mengingatkan Rhoma dengan lagu dan lirik yang dibuat raja dangdut pada tahun 1977 dengan judul 135 Juta itu. Dalam lirik itu disebutkan bahwa: Janganlah saling menghina/ Satu suku-bangsa dengan lainnya/ Karena kita satu bangsa/ Dan satu bahasa Indonesia/ Bhinneka Tunggal Ika/ Lambang negara kita Indonesia/ Walaupun bermacam-macam aliran/ Tetapi satu tujuan.

Sebagai anggota tim sosialisasi empat pilar MPR, Eva pun memandang pernyataan Rhoma di atas mencerminkan kemunduran dan cukup memalukan sebab Indonesia dikenal sebagai kampiun Demokrasi karena Islam yang tumbuh dan berkembang di Indonesia adalah Islam moderat. Mengutip perkataan Jimly Ashidiqy dan Lukman Hakim Saifudin dalam sosialisasi empat pilar pada 18 April lalu, Eva mengatakan bahwa syarat untuk menjadi pemimpin adalah memiliki kapasitas-kapabilitas, transformatif dan bermoral. Dan hanya dengan kualifikasi seperti bisa membawa kebangkitan bangsa menuju Indonesia yang adil dan sejahtera.

Menurut Eva, Pilkada DKI harus dijadikan barometer untuk membawa kematangan demokrasi Indonesia yang berfokus pada kesejahteraan. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka perilaku politik yang rasional dan bukan emosional, seperti menyinggung Sara, yang harus dikedepankan.

Kepada timses dua kandidat di Pilkada Jakarta, Eva berharap agar bisa bersama-sama mewujudkan pilkada yang dewasa dan bermartabat. Sementara kepada masyarakat, Eva mengimbau agar tidak mudah terpancing emosi sehingga Ramadhan tetap suci, dan umat bersama mewujudkan Islam yang melindungi seluruh alam atau Rahmatan li al-Alamin.

"Demokrasi dan keterbukaan harus dimaknai sebagai kesemp ijtihad menyebar kebaikan dan cinta kepada sesama warga negara, bukan menyebar kebencian dan ajaran diskriminasi karena hal itu bertentangan dengan Islam dan konstitusi," demikian Eva. [ysa]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya