Berita

Gubernur Fauzi Imbau Perajin Tempe Kembali Berproduksi

RABU, 25 JULI 2012 | 18:51 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, menyayangkan aksi mogok produksi perajin tahu dan tempe di wilayah ibukota. Aksi mogok itu berdampak hilangnya tempe di pasaran beberapa hari belakangan.

"Saya minta perajin dan pedagang tahu dan tempe terus berproduksi," kata Gubernur Fauzi saat berkunjung ke RW 06 Kelurahan Pegangsaan, Jakarta Pusat, Rabu petang (25/7).

Perajin tahu tempe melakukan aksi mogok produksi secara massal mulai Rabu (25/7) hingga Jumat (27/7). Sekjen Himpunan Perajin Tahu Tempe Indonesia (Hipertindo) DKI Jakarta, Johan Fadil, mengatakan, aksi mogok produksi tahu tempe ini sebagai bentuk protes terhadap pemerintah yang tidak segera mengambil sikap mengenai kelangkaan bahan baku kedelai dan melonjaknya harga kedelai sejak Januari 2011. Sebagai dampak dari kenaikan harga kedelai, perajin menjadi kesulitan untuk mendapatkan keuntungan.


Kenaikan harga kedelai ini sudah terjadi sejak Juli 2011 lalu. Saat itu, harga kedelai Rp 5.500 per kilogram. Pada akhir Januari harga naik menjadi Rp 5.700 per kilogram, Februari naik Rp 5.900 per kilogram, Maret Rp 6.300 per kilogram, April Rp 6.700 per kilogram. Harga kedelai itu terus meroket, pada bulan Mei menjadi Rp 7.000 per kilogram. Pada bulan Juni harga kedelai sempat turun menjadi Rp 6.500 per kilogram, karena adanya aksi dari Primkopti. Namun anehnya, saat ini harga kedelai kembali melambung hingga menembus Rp 8.100 per kilogram.

Gubernur DKI Jakarta pun telah menyurati Menteri Perdagangan terkait mogok produksi tersebut dengan alasan kenaikan harga kedelai.

Fauzi mengatakan produksi kedelai dari Amerika Serikat memang turun. Akibatnya, harga kedelai yang masuk ke Indonesia melambung.

"Saya sudah bersurat ke Kemendag dan dinyatakan ini masalah import kedelai. Karena panen kedelai di Amerika kurang berhasil," katanya.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya