ilustrasi, militer suriah
ilustrasi, militer suriah
Kubu oposisi yang terkepung di Barzeh, terdesak atas serangan militer. Banyak orang terluka. Pasukan pemerintah di pinggiran distrik Mezzeh juga telah memÂbuat pemberontak menarik diri.
Pertempuran juga masih mÂeÂlanda Aleppo, kemarin. Padahal, di kota ini sebelumnya sangat jarang sekali terjadi kekerasan dan benÂtrokan dari pihak mana pun. MakÂlum, seperti Damaskus, Aleppo merupakan pusat keÂkuatan rezim Presiden Bashar al-Assad. Insiden di Aleppo yang berlangsung sejak Jumat (20/7) telah menewaskan 25 orang, Sabtu (19/7).
Kemarin, menurut juru bicara pemberontak Kolonel Abdul-Jabbar Mohammed Aqidi, paÂsuÂkan telah diterjunkan untuk memÂbebaskan kota dari tangan rezim.
Setelah ledakan besar di Biro Keamanan Suriah, Damaskus, betrokan diperkirakan akan terus berlanjut dan kian memburuk. Pemerintah memerintahkan warÂga untuk mengungsi. Kemarin, wilayah semi-otonomi Kurdi Irak menerima hingga 9.000 peÂngungsi Suriah.
“Kamp-kamp, yang disiapkan untuk pengungsi Suriah yang melintasi perbatasan (Suriah-Kurdistan), terus mengalami peningkatan jumlah pengungsi dan sampai hari ini kami telah menerima 9.000 dari mereka,†kata Mohammed Abdullah, keÂpala direktorat Imigrasi dan imiÂgran Provinsi Duhuk Kurdistan kepada wartawan.
Pemerintah daerah Kurdi beÂkerja sama dengan organisasi kemaÂnusiaan internasional dan beberapa organisasi kemanusiaan lokal yang menawarkan berbagai bantuan kepada para pengungsi, yang seÂbagian besar datang dari kota-kota Kurdi Suriah yang berdekatan deÂngan wilayah KurÂdistan Irak.
Sebelumnya, Dewan KeÂaÂmaÂnan (DK) PBB dengan suara bulat memutuskan untuk memÂperÂtaÂhanÂkan misi pemantauan di Suriah sampai 30 hari. Namun anggota sepakat agar misi itu dapat diÂperÂpanjang jika pengÂgunaan senjata berat dan perÂtemÂpuran mereda.
Namun, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengaku kecewa dengan kinerja DK PBB. “Indonesia sangat prihatin deÂngan pernyataan bahwa sekali lagi, sekali lagi, DK PBB gagal untuk melaksanakan apa yang menjadi kewajiban dan tanggung jawabnya, yaitu memelihara perÂdamaian dan keamanan interÂnasional,†ujar Natalegawa.
Indonesia saat ini sedang beÂruÂsaha agar masyarakat interÂnaÂsiÂonal dapat menciptakan perÂdaÂmaian di Suriah. Tentunya, meÂnurut Natalegawa, itu ditunÂjukÂkan dengan berbagai upaya yang lebih serius dan sungguh-sungÂguh dari masyarakat internasional untuk segera menciptakan perÂdamaian di Suriah.
Natalegawa juga menyinggung perihal pemulangan warga negara Indonesia (WNI) yang ada di Suriah. Sebanyak 403 WNI yang terbagi menjadi 17 kloter telah kembali. Masih ada sekitar 18 kloter yang tiba Sabtu (21/7). Dia juga menambahkan, banyak WNI yang ditampung di KBRI. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26
Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37
Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48
Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06
Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01
Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17
Senin, 29 Desember 2025 | 00:40
UPDATE
Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09
Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48
Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41
Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19
Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02
Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51
Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40
Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23
Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12
Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59