Berita

joko tjandra

Denny Indrayana Duga Djoko Tjandra Palsukan Dokumen

MINGGU, 22 JULI 2012 | 12:17 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Masalah hukum buronan korupsi hak tagih Bank Bali Djoko Tjandra menjadi perhatian Kementerian Menteri Hukum dan HAM. Kemenkumhan pun sudah mengambil langkah-langkah terkait masalah hukum yang menyangkut pemulangan buronan tersebut.

Hal itu disampaiakan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu, (22/7).

Kemenkumham, jelas Denny,  sudah melakukan pertemuan dengan Kejaksaan Agung. Tak hanya itu, dan juga sudah mengirimkan surat resmi ke Papua Nugini, bahwa yang bersangkutan adalah buron.

"Inikan kelihatanya dia (Djoko Tjandra) mengajukan kewarganegaraan dengan memalsukan dokumen-dokumen. Ya Pemerintah Papua Nugini saya kira punya sistem tersendiri yang bisa mengantisipasi hal ini," jelasnya.

Denny menambahkan, selain  pihaknya sudah mengambil langkah-langkah, Kementerian Luar Negeri juga bisa mengambil sikap yang sama. "Saya kira Kemenlu juga sudah mengambil langkah-langkah yang harus dilakukan," pungkasnya.

Mengenai langkah diplomatik, itu kata Denny menjadi tugas Kemenlu. Hal tersebut berdasarkan aspek hubungan antar negara. Tentunya dari sisi hukumnya pihak Kemenkumham memberikan bantuan kepada Kemenlu.

"Dari sisi hukum kita berikan support kepada Kemenlu," ungkapnya.

"Tapi pada prinsipnya kita dorong yang bersangkutan (Djoko Tjandra) untuk mempertanggungjawabkan apa yang sudah diputuskan Mahkamah Agung," bebernya.

MA sudah memutus bahwa Djoko Tjandra bersalah dan divonis 2 tahun penjara serta harus membayar denda Rp 15 juta serta menyita uangnya sebesar Rp546.166.116.369 yang disimpan di Bank Bali.

Sebelumnya, Komite Penasihat Imigrasi dan Kewarganegaraan Papua Nugini memberi kewarganegaraan kepada buronan cessie Bank Bali, Djoko Tjandra. Otoritas Papua Nugini menilai bekas Direktur Era Giat Prima itu bukanlah buronan. [zul]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya