jokowi-prabowo-ahok
jokowi-prabowo-ahok
"Itu luar biasa. Kerjasama luar biasa PDIP-Gerindra dan rakyat yang mencintai perubahan, baru, bersih tidak macet, tidak korupsi, rakyat sehat dan pintar," ujar Prof. Suhardi kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 11/7).
"Ini juga tanda awal sukses Gerindra di 2014 dan ketokohan Prabowo yang semakin teruji," sambung Gurubesar Universitas Gajah Mada, Jogjakarta ini.
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto memang merupakan sosok penting di balik munculnya Jokowi di panggung politik Jakarta. Mantan Danjen Kopassus itu bahkan dikabarkan berulangkali meyakinkan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri itu agar bersama-sama mengusung Jokowi, yang merupakan kader Mega sendiri.
Karena saat itu, suami Mega, Taufiq Kiemas masih menganggap sebelah mata terhadap Jokowi. Taufik lebih condong mendukung pasangan Fauzi Bowo dan Adang Ruchiatna.
Beruntung Prabowo berhasil meyakinkan Mega dan akhirnya Jokowi diusung bersama dengan menduetkan kepada Ahok, panggilan Basuki T. Purnama. Setelah resmi berkoalisi dengan PDIP, Prabowo pun berjuang mensosialisasikan sosok dan gagasan Wali Kota Solo itu.
Prabowo memang butuh dukungan PDIP karena Gerindra tak cukup kursi untuk mengusung sendiri. Syarat partai pengajuan pasangan harus memiliki 15 kursi di DPRD DKI Jakarta. Gerindra hanya mengantongi 6 kursi. Sementara PDIP memiliki 11 kursi. [zul]
Populer
Rabu, 01 April 2026 | 18:05
Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08
Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59
Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43
Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07
Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51
Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26
UPDATE
Jumat, 03 April 2026 | 20:06
Jumat, 03 April 2026 | 19:59
Jumat, 03 April 2026 | 19:42
Jumat, 03 April 2026 | 19:18
Jumat, 03 April 2026 | 19:01
Jumat, 03 April 2026 | 18:52
Jumat, 03 April 2026 | 18:35
Jumat, 03 April 2026 | 18:31
Jumat, 03 April 2026 | 18:03
Jumat, 03 April 2026 | 17:45