Berita

tomy winata/ist

Amerika Serikat Dukung Tomy Winata Biayai Pembangunan Jembatan Selat Sunda

RABU, 04 JULI 2012 | 15:12 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Amerika Serikat, melalui Bank Ekspor Impor Amerika Serikat, siap mendukung pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) yang tengah dipersiapkan oleh konsorsium Graha Banten Lampung Sejahtera.

Dukungan tersebut disampaikan Direktur Bank Exim AS Patricia M Loui kepada Chairman Artha Graha Network Tomy Winata melalui suratnya yang dikirim dari Washington DC pada 15 Maret 2012 lalu. Dalam siaran pers yang diterima siang ini (Rabu, 4/7), disebutkan, surat dukungan itu merupakan tindak lanjut pertemuan antara Tomy dengan rombongan Bank Exim AS yang dipimpin Patricia di Jakarta, bulan Februari 2012.

Dalam suratnya kepada Tomy itu, Patricia menulis bahwa, pihaknya menilai proyek JSS sangat penting bagi upaya membangun konektivitas antar wilayah di Indonesia. Selain itu, proyek JSS juga sangat penting untuk meningkatkan manfaat yang lebih beragam dari pembangunan ekonomi Indonesia.

"Walaupun Bank Exim tidak dapat memberikan pembiayaan modal untuk pembangunan proyek tersebut, namun kami dapat membantu pembiayaan jangka panjang untuk pembelian aneka produk dan jasa dari AS, serta menyediakan 30% dari biaya lokal yang terkait dengan pembelian tersebut,” tulis Patricia dalam suratnya.

Lebih lanjut Patricia menjelaskan, fasilitas pembiayaan jangka panjang itu menggunakan suku bunga tetap yang mengacu pada tingkat bunga LIBOR. Pada bagian akhirnya, Patricia menyatakan pihaknya akan mempromosikan informasi proyek JSS tersebut kepada berbagai instansi pemerintah AS, antara lain Overseas Private Investment Corporation (OPIC).

Menanggapi dukungan dari Bank Exim AS tersebut, Tomy Winata menjelaskan, pihaknya sebagai bagian dari pemrakarsa pengembangan Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda (KSISS),  selama ini memang terus berupaya dan berkerja keras untuk meraih dukungan dari dunia internasional.

"Kami sebagai pemrakarsa proyek KSISS terus berkerja sesuai amanah Prepres No 86/2011 termasuk membuka diri dan berkomunikasi dengan para mitra strategis potensial dari mancanegara," ujar Tomy Winata.

Pihak-pihak luar negeri yang telah memberikan komitmen kerjasama itu, lanjut Tomy, yaitu AS yang terdiri dari Bank Export Import AS yang juga akan menggandeng OPIC. Komitmen juga datang dari Korea Selatan yang terdiri dari GS Enginerring dan grup LG. Sedangkan dari Jepang, dukungan telah disampaikan oleh JG Corporation, Nippon Koei, dan Nippon Steel. Selanjutnya dari RRC komitmen kerjasama telah disampaikan oleh pihak China Railway Construction Corporation dan China Development Bank. [zul]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya