Berita

presiden sby

Kasus Hukum Hartati Murdaya Tak Ada Kaitan dengan Partai SBY

RABU, 04 JULI 2012 | 13:47 WIB | LAPORAN:

Kasus hukum yang saat ini membelit Siti Hartati Cakra Murdaya tak ada hubungannya dengan Partai Demokrat. Meski yang bersangkutan adalah anggota dewan pembina partai yang didirikan oleh Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.

Karena itu, tegas Ketua DPP Partai Demokrat, Gede Pasek Suardika, partainya sementara belum memutuskan apakah akan memberikan bantuan hukum terhadap pengusaha nasional tersebut.

Hal itu ditegaskan, Gede Pasek, yang juga Ketua Komisi III DPR, di kantor KPK, Jalan HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan (Rabu, 4/7).

"Karena hukum itu ada parameternya. Jelas kok. Kalau dia rekayasa akan kelihatan dari dakwaan dan barang bukti. Kalau ternyata orang tersebut terbukti tapi tidak dilanjutkan itu akan ketahuan juga," jelasnya.

Hartati Murdaya telah dilarang bepergian ke luar negeri sejak 28 Juni lalu karena diduga terkait kasus pengurusan Hak Guna Lahan di Buol, Sulawesi Tengah.

Pada Jumat kemarin, KPK menggeledah dua kantor milik PT Cipta Cakra Murdaya. Yakni, di jalan Cikini Raya 78 Jakarta Pusat dan jalan Imam Bonjol 24 Jakarta Pusat. Penggeledahan itu terkait dengan kasus suap di Buol yang nilainya, menurut salah seorang pimpinan KPK, mencapai miliaran rupiah.

PT Cipta Cakra Murdaya dan PT Hardaya Inti Plantation, diduga kuat dimiliki Hartati Murdaya.

Sejak pekan lalu KPK sudah menetapkan Bupati Buol, Sulawesi Tengah, Amran Batalipu, sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan hak guna usaha perkebunan di Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol.

Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan transaksi suap yang terkait Perizinan hak guna usaha (HGU) Perkebunan di Kabupaten Buol. Dalam operasi pekan lalu itu, KPK menangkap Anshori dalam drama menegangkan karena mendapat perlawanan dari Bupati Buol dan anak buahnya. KPK juga menetapkan dua tersangka lain dalam kasus dugaan suap miliaran rupiah ini, yakni Gondo Sujono (GS) yang merupakan Direktur Operasional PT Hardaya Inti Plantation. [zul]


Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Prabowo-Pramono Pasangan Kuat Luar Dalam

Sabtu, 04 April 2026 | 06:08

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Air Bersih Warga

Sabtu, 04 April 2026 | 05:40

Batas ‘Scroll’ Anak

Sabtu, 04 April 2026 | 05:14

Jangan Keliru Pahami Langkah Prabowo soal Kunjungan ke Luar Negeri

Sabtu, 04 April 2026 | 05:12

Vicky Mundur dari Polisi, Kasus yang Ditangani juga Ikutan Mundur

Sabtu, 04 April 2026 | 04:38

Satu Orang Tewas Imbas Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Semarang

Sabtu, 04 April 2026 | 04:03

Negara Harus Tegas atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Sabtu, 04 April 2026 | 04:00

Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Bandung, Sopir Tewas

Sabtu, 04 April 2026 | 03:38

IAW Peringatkan Potensi Kebocoran Lebih Besar di Bea Cukai

Sabtu, 04 April 2026 | 03:26

Dedi Mulyadi Lunasi Tunggakan Gaji Pegawai Bandung Zoo

Sabtu, 04 April 2026 | 03:03

Selengkapnya