Berita

sri mulyani/ist

Sri Mulyani Terlibat Proyek Flu Burung yang Sedang Digarap KPK

SELASA, 03 JULI 2012 | 16:21 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Bekas menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terlibat dalam proyek pabrik vaksin flu burung yang aroma korupsinya sangat kuat.

Menurut Koordinator Divisi Investigasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi, Sri Mulyani yang kini menjabat Direktur Pelaksana Bank Dunia "ngotot" betul agar anggaran pembangunan proyek masuk dalam APBN Perubahan 2010. Peran Sri Mulyani itu terkonfirmasi dalam surat bernomor S-71/MK.02/2010 yang dikeluarkannya.

"Surat Kementerian Keuangan itu sangat mencurigakan," kata Uchok di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta (Rabu, 3/7).


Dalam surat mengenai penyesuaian realokasi anggaran pagu definitif program pendidikan tinggi Departemen Kesehatan tahun 2010 itu disebutkan bahwa Kementerian Keuangan telah mendapat usulan revisi alokasi anggaran dengan nilai sebesar Rp 490 miliar. Anggaran itu semula akan digunakan untuk kegiatan pengembangan pendidikan profesional dan keahlian.

Tapi kemudian diganti menjadi dana untuk kegiatan pembangunan fasilitas riset dan alih teknologi produksi vaksin flu burung dan kegiatan pembangunan sarana dan prasarana sistem connecting fasilitas produksi dan chicken breeding riset dan teknologi produksi vaksin flu burung untuk manusia.

Dijelaskan Ucok, dalam surat bertanggal 18 Februari 2010 itu, Menkeu Sri Mulyani juga menyatakan revisi itu tidak termasuk dalam ketentuan perubahan APBN yang ditetapkan oleh Pemerintah.

"Kementerian Keuangan adalah semacam penjaga gawang. Tak seharusnya dia kontak langsung dengan Komisi IX DPR. Yang seharusnya melobi Komisi IX adalah Kementerian Kesehatan," kata Uchok.

Ucok meminta Komisi Pemberantasan Korupsi menelaah proses pembicaraan anggaran untuk proyek itu.

"Supaya jejaring korupsinya benar-benar terungkap," tandas Uchok.

KPK sendiri sedang menyelidiki proyek pengadaan pabrik vaksin flu burung itu. KPK menyatakan akan memulainya dengan menyelidiki proyek konstruksi yang dimenangkan PT. Anak Negeri milik Muhammad Nazaruddin. Proyek itu diketahui belakangan justru dibangun oleh PT.Biofarma, produsen vaksin nasional.Biaya total proyek itu diketahui sebesar Rp 1,3 triliun.

Sebesar Rp 718 miliar dari dana itu lalu digunakan untuk pengadaan peralatan pabrik vaksin, yang tendernya dimenangkan lagi-lagi oleh perusahaan milik Muhammad Nazaruddin, PT. Anugrah Nusantara.[dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya