Berita

Fasilitas Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir atau Conseil Européen pour la Recherche Nucléaire (CERN).

Dunia

Fisikawan Eropa Menemukan "Partikel Tuhan"

SELASA, 03 JULI 2012 | 11:05 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Fisikawan yang melakukan uji coba bertahun-tahun di Pusat Riset Nuklir Eropa atau CERN, di Geneva, Switzerland, telah menemukan "partikel Tuhan".

Setidaknya mereka telah menemukan "jejak dan bayangan" partikel tersebut. Namun sejauh ini mereka belum melihat dengan mata kepala sendiri wujud dari partikel subatomik Higgs boson yang dipercaya sebagai partikel yang menentukan ukuran dan bentuk universal.

Berada di perbatasan Swiss dan Prancis, CERN didirikan oleh 20 negara Eropa pada tahun 1954 dan berfungsi sebagai laboratorium fisika partikel terbesar di dunia yang bertujuan mencari materi penyusun kehidupan dan alam semesta. Higgs boson adalah nama yang biasa digunakan untuk partikel yang secara hipotetis dianggap menjadi penyebab dari keberadaan partikel-partikel lain, seperti elektron, proton, neutron.


Sementara istilah "partikel Tuhan" diperkenalkan pertama kali oleh peraih Nobel bidang fisika tahun 1988 dari Amerika Serikat, Leon Max Lederman, untuk menjelaskan bagaimana partikel subatomik bekerja dan membayangkan bagaimana kehidupan bermula. Dalam suatu kesempatan Lerdeman mengatakan, sebetulnya ia ingin menyebut Higgs boson sebagai "partikel sialan" atau goddamn particle karena tak juga berhasil ditemukan.

Uji coba yang dilakukan CERN adalah dengan menabrakan partikel-partikel proton yang dialirkan melalui Large Hadron Collider, akselerator bawah tanah milik CERN yang bernilai 10 miliar dolar AS. Tubrukan ini dilakukan untuk menguji dugaan-dugaan mengenai dark matter dan anti matter yang dibayangkan memiliki peran substansial dalam proses awal kehidupan seperti dalam teori Big Bang.

Fisikawan partikel memiliki standar yang tinggi dalam melakukan penelitian," ujar Rob Roser yang memimpin laboratorium Fermilab di Chicago, Amerika Serikat, menanggapi temuan CERN itu dan membandingkannya dengan pengujian serupa yang mereka lakukan.

Dia juga membandingkan penemuan "partikel Tuhan" itu dengan fosil jejak kaki dinosaurus.

"Anda melihat jejak dan bayangan objek, tetapi Anda tidak benar-benar melihatnya," katanya.

Secara resmi, CERN berencana mempresentasikan bukti-bukti yang mereka temukan itu dalam sebuah konferensi fisikawan hari Rabu besok di Geneva.

Juga disebutkan bahwa dua tim yang melakukan uji coba terus menerus selama bertahun-tahun dengan menggunakan metode yang berbeda, ATLAS (A Toroidal LHC Apparatus) dan CMS (Compact Muon Solenoid), baru akan mengungkap lebih banyak data mengenai Higgs boson pada pertemuan para ahli fisika bulan Oktober dan Desember tahun ini.

Menurut CERN yang diwakili James Gillies, seperti dikutip AP, menyatukan data ATLAS dan CMS sangat berisko.

"Menyatukan data dari dua eksperimen merupakan pekerjaan kompleks. Ini mengapa (penyatuan itu) memakan waktu dan mengapa tidak akan diumumkan hari Rabu," ujarnya.

Bila baik ATLAS dan CMS secara independen telah mencapai penemuan mengenai Higgs boson ini, "hanya orang yang sangat pemarah (most curmudgeonly) saja yang tidak akan percaya mereka telah menemukan itu (Higgs boson)," ujar peneliti dari Institut Teknologi di Kalifornia, Sean M. Carroll.

Carroll telah berada di Swiss untuk mendengarkan presentasi CERN mengenai penemuan "partikel Tuhan" itu. Namun kelihatannya ia masih harus bersabar sampai akhir tahun sebelum akhirnya semua bukti yang dikumpulkan ATLAS dan CMS diungkap.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya