Berita

Ignatius Mulyono

Ignatius Mulyono: Saya Urus Tanah Menpora, bukan Hambalang!

KAMIS, 28 JUNI 2012 | 12:48 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Demokrat Ignatius Mulyono kembali menegaskan bahwa dirinya bukan mengurus sertifikat tanah untuk pembangunan sport center di Bukit Hambalang, Bogor.

"Nggak ada kata Hambalang. Saya ini hanya diminta KPK untuk menjelaskan karena apa, karena memang saya yang mengambil surat keputusan BPN (Badan Pertahanan Nasional," katanya di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Kamis, 28/6).

Sebelumnya, Ignatius menjelaskan, bahwa dirinya dimintai tolong menanyakan proses sertifikat tanah milik Kementerian Pemuda dan Olahraga yang tak kunjung selesai oleh Ketua Fraksi dan Bendahara Fraksi Demokrat saat itu, Anas Urbaningrum dan M. Nazaruddin. Hal itulah yang ia tanyakan ke BPN.

Melanjutkan penjelasannya, Ignatius menuturkan, pada tanggal 6 Januari 2010 dia menerima surat keputusan BPN. Setelah sebelumnya Sekretaris Utama (Sestama) BPN Managam Manurung menghubunginya.

"Pak Sestama telepon saya. 'Ini suratnya sudah selesai. Sudah bisa diambil'. Karena pada Januari 2009, saya tanya, 'Itu proses tanahnya Menpora kok belum selesai'," ungkapnya.

Ignatius menerangkan yang ia ambil pada 6 Januari itu adalah surat keputusan BPN yang juga mengandung lampiran nama-nama orang yang mendapatkan pembebasan tanah di Bogor. Jadi bukan sertifikat.

"Tidak ada kata Hambalang sama sekali," tekannya.

Barulah pada tanggal 20 Januari 2010, sertifikat tanah Hambalang keluar. Namun, Ignatius mengaku tidak tahu siapa yang mengeluarkan, mengurus dan siapa yang menerima sertifikat tersebut.

"Karena saya nggak ngurus, saya nggak tahu. Saya bukan mengurus sertifikat. Saya menanyakan tanah Menpora. Jangan dibalik-balik. Jelas ya," sambungnya.

Anda diminta menanyakan proses tanah Menpora, berarti Anas dan mengetahui tanah dan proyek Hambalang?

"Soal itu Anda yang menafsir. Kalau saya sebagai anggota komisi, sebagai anggota fraksi (saya) disuruh menanyakan oleh Pak Anas dan Pak Nazar. Pak Anas dan Nazar tahu apa nggak silahkan sampean yang menafsirkan," jawabnya. [zul]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya