Berita

m. nazaruddin

Ignatius Mulyono Akui Diperiksa KPK Karena Pernyataan Nazaruddin

KAMIS, 28 JUNI 2012 | 11:51 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Anggota Komisi II DPR Ignatius Mulyono memang pernah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi terkait dugaan korupsi proyek Hambalang. Dia diperiksa menindaklanjuti keterangan M. Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Demokrat.

"Di-BAP-nya, Pak Nazar kan bilang. Pak Nazar menyarankan Pak Anas untuk minta tolong kepada senior dari Demokrat, Pak Igantius Mulyono, anggota Komisi II. Itu makanya, saya diundang KPK untuk menjelaskan," kata Ignatius di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Kamis, 28/6).

Ignatius mengakui, dia merupakan orang yang paling senior di antara politisi Demokrat di Komisi II DPR. Dia duduk di Komisi II DPR sejak periode lalu, 2004-2009 hingga dari 2009 sampai sekarang.

"Dari 2004-2009 satu-satunya anggota yang tidak dipindah dari Demokrat adalah saya. Karena tidak ada anggota 2009 dari anggota 2004-2009 yang masih ada di Komisi II. Saya sebagai anggota fraksi yang patuh dan taat. Bahwa diminta tolong begitu saja kok kita nggak bisa," jelasnya.

Namun, Ignatius malah membantah sendiri dia dimintai tolong Anas Urbaningrum dan Nazaruddin, masing-masing sebagai Ketua dan Bendahara Umum Fraksi Demokrat saat itu.

"Kalau beliau minta tolongnya kepada saya, itu tidak benar. Karena beliau baru sebulan jadi Ketua Fraksi dan Bendahara Fraksi," ujarnya.

Ignatius juga membantah pengakuan Nazaruddin bahwa dirinya ikut pertemuan di Hotel Sultan bersama Kepala Badan Pertanahan Nasional Joyo Winoto dan Anas Urbaningrum, pada awal tahun 2010.

"Enggak. Enggak kayak gitu. Yang ada diundang ke Komisi II. Saya enggak merasakan diundang (ke Hotel Sultan)," sambil mengaku bahwa dirinya juga tidak tahu apakah ada pertemuan di Hotel Sultan itu atau tidak. [zul]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya