Berita

Lumpur Lapindo File: Konspirasi SBY-Bakrie/ist

Posisi Penulis Lumpur Lapindo File: Konspirasi SBY-Bakrie Masih Misteri

RABU, 27 JUNI 2012 | 18:21 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Penulis buku Lumpur Lapindo File: Konspirasi SBY-Bakrie, Ali Azhar Akbar, sampai hari ini belum diketahui keberadaaanya. Padahal teman-teman Ali dan tim kuasa hukumnya sudah mengumumkan ke media lewat konferensi pers beberapa hari lalu, bahwa Ali hilang.

Tim kuasa hukum Ali, sudah melaporkan ke Mabes Polri untuk meminta Polri memberikan perlindungan hukum dan penyelamatan pada Ali. Namun, hingga kini belum juga ada tanda Ali ditemukan.

"Kita memohon kepada pihak kepolisian untuk membuat statemen terbuka pada masyarakat. Kita pun harapkan saudara Ali muncul," kata  Tim Kuasa Ali, M. Taufik Budiman melalui sambungan telepon kepada Rakyat Merdeka Online, Rabu, (27/6).


Taufik kemudian menceritakan, terakhir kali Ali melakukan kontak dengan keluarga dan teman-teman dakatnya, Kamis, (21/6) kemarin.

"Ali dalam keadaan sehat dan sempat menceritakan ada SMS dan telpon bernada ancaman serta tindakan-tindakan provokatif terhadap dirinya oleh pihak tertentu sejak dimulainya proses pengajuan Uji Materi UU APBN-P 2012 (Pasal 18 UU APBN-P 2012) di MK pada tanggal (19/5)," sambungnya.

Dari cerita-cerita tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa ada ancaman terhadap Ali.

Taufik pun berharap, agar Ali bisa dimunculkan lagi. Ini dilakukan agar proses Uji Materi terkait lumpur Lapindo di MK dan pengungkapan dapat tuntas.

"Beliau sebagai peneliti dan penulis buku itu, dan mempunyai data-data otentik terkait Lumpur Lapindo," paparnya.

Taufik pun meminta, siapa yang mengetahui keberadaan Ali Azhar Akbar, bisa menghubungi M. Taufik Budiman sebagai Tim Kuasa Hukum. "Bisa hubungi saya di nomor ini, 0813-3977-4950," demikian Taufik. [arp]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya