Berita

Pegang Banyak Data, Penulis "Konspirasi SBY-Bakrie" Masih Hilang

SENIN, 25 JUNI 2012 | 17:45 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Penulis buku berjudul Lumpur Lapindo File: Konspirasi SBY-Bakrie, Ali Azhar Akbar, dilaporkan telah menghilang. Kabar itu terungkap setelah dia tidak hadir sebagai pembicara dalam acara bedah buku tersebut di  Institut Teknologi Bandung (Jumat, 22/6).

"Kami belum bisa menghubungi Ali dan keluarganya," kata anggota kuasa hukum Ali, M. Taufik Budiman, kepada wartawan dalam konferensi pers di Cikini, Jakarta, Senin, (25/6).

Namun sementara ini, Taufik masih menyimpulkan Ali cuma kehilangan kontak, bukan hilang dalam arti sebenarnya.


Mengenai karya tulis Ali itu, dia katakan bahwa buku yang ditulisnya adalah ilmiah. Buku itu, kata Taufik, sudah didiskusikan ke beberapa kampus, seperti Universitas Nasional, Universitas Gajah Mada, dan terakhir di Institut Teknologi Bandung.

"Dalam buku itu dipaparkan, kalau Lapindo bukan bencana alam atau fonemena alam. Maka kesalahannya adalah mutlak kontraktor, dalam hal ini Lapindo Brantas," ungkapnya.

"Yang jadi masalah kenapa uang negara dipakai untuk ganti rugi korban Lapindo, hal inilah nanti yang akan ditanyakan ke MK. Saya yakin saudara Ali masih memegang data yang mentah," ujarnya

Taufik mengatakan, buku itu adalah satu dari banyak data yang akan dipakai untuk uji materi di MK terhadap pasal 18 UU APBN-P 2012 (UU No. 4 tahun 2012).

"Buku itu data akurat. Kami baru sekali sidang ke MK. Dalam sidang berikutnya kami penyempurnaan alat bukti." ujarnya

Masih kata Taufik, pihak percetakan masih berharap Ali melanjutkan penulisan buku dalam edisi berikutnya. [ald]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya