RMOL. Penulis buku berjudul Lumpur Lapindo File: Konspirasi SBY-Bakrie, Ali Azhar Akbar, dilaporkan telah menghilang. Kabar itu terungkap setelah dia tidak hadir sebagai pembicara dalam acara bedah buku tersebut di Institut Teknologi Bandung (Jumat, 22/6).
"Kami belum bisa menghubungi Ali dan keluarganya," kata anggota kuasa hukum Ali, M. Taufik Budiman, kepada wartawan dalam konferensi pers di Cikini, Jakarta, Senin, (25/6).
Namun sementara ini, Taufik masih menyimpulkan Ali cuma kehilangan kontak, bukan hilang dalam arti sebenarnya.
Mengenai karya tulis Ali itu, dia katakan bahwa buku yang ditulisnya adalah ilmiah. Buku itu, kata Taufik, sudah didiskusikan ke beberapa kampus, seperti Universitas Nasional, Universitas Gajah Mada, dan terakhir di Institut Teknologi Bandung.
"Dalam buku itu dipaparkan, kalau Lapindo bukan bencana alam atau fonemena alam. Maka kesalahannya adalah mutlak kontraktor, dalam hal ini Lapindo Brantas," ungkapnya.
"Yang jadi masalah kenapa uang negara dipakai untuk ganti rugi korban Lapindo, hal inilah nanti yang akan ditanyakan ke MK. Saya yakin saudara Ali masih memegang data yang mentah," ujarnya
Taufik mengatakan, buku itu adalah satu dari banyak data yang akan dipakai untuk uji materi di MK terhadap pasal 18 UU APBN-P 2012 (UU No. 4 tahun 2012).
"Buku itu data akurat. Kami baru sekali sidang ke MK. Dalam sidang berikutnya kami penyempurnaan alat bukti." ujarnya
Masih kata Taufik, pihak percetakan masih berharap Ali melanjutkan penulisan buku dalam edisi berikutnya.
[ald]