Berita

sby/ist

Harus Ada Dakwaan Publik untuk SBY

SENIN, 25 JUNI 2012 | 14:29 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Hampir delapan tahun sudah rezim SBY berkuasa. Sepanjang itu pula, tak sedikit aktivis dan para pejuangan keadilan menjadi korban rezim.

"Menurut saya, setidaknya ada empat orang yang pertama kali harus kita bela. Mereka seperjuangan kita, yaitu Antasari Azhar, Dedy Sugarda, Ahmad Suryana dan Sahril," ujar aktivis Petisi 28, Haris Rusly Moti, dalam dialog dan konsolidasi berbagai kekuatan dengan agenda Mendakwa SBY, Amnesty untuk Antasari Azhar, Bebaskan Dedy Sugarda, Ahmad Suryana dan Sahril di Gallery Cafe TIM, Jakarta (Senin, 25/6).

Haris pun menyerukan, adalah kewajiban kita bersama untuk menolong keempatnya yang kini hidup di balik jeruji penjara.


Kriminalisasi Antasari, katanya, terjadi tidak tiba-tiba. Ada rencana yang diatur oleh yang tidak senang dengan keadilan.

Dedi Sugarda adalah orang yang pemberani. Warga Bandung itu, sebut Moti, lebih berani daripada para penentang yang turun ke jalan. Sementara Ahmad dan Sahril harus mendekam di penjara karena menolak kenaikan harga BBM akhir Maret lalu.

"SBY dan keluarganya tidak pernah tersenutuh hukum. Padahal ada banyak kejahatan ekonomi dan hukum yang dilakukan dengan kekuasaannya," imbuhnya.

Maka yang diperlukan saat ini, imbuh dia lagi, perlu bagi rakyat untuk menyusun dakwaan terhadap SBY terkait pengkhianatan ideologi negera dan konstitusi yang dilakukannya.

"Harus ada dakwaan publik pada SBY. Agak susah mengungkapnya, karena di negeri ini polisi dan jaksa dikendali SBY," tandasnya.

Terpantau, turut hadir dalam dialog dan konsolidasi kali ini adalah Ridwan Saidi, Adhie Massardi, Masinton Pasaribu, Egy Sujana, Indro Cahyo, Justiani, Wendry, Pong Harjatmo dan lain-lainnya.[dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya