Berita

pks/ist

PKS Dukung Pembangunan Gedung Baru KPK

MINGGU, 24 JUNI 2012 | 17:35 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Pengadaan atau pembangunan gedung baru uuntuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pantut didukung.  Sebab, jumlah karyawan KPK dua kali lipat dari dari kapasitas standar gedung sehingga sudah tidak memadai lagi.

"Belum lagi tuntutan publik. Saya juga mendesak pada KPK saat Raker pada masa sidang lalu agar KPK menambah jumlah penyidik trutama penyidik independen dalam rangka optimalisasi dan peningkatan kinerja KPK dalam pemberantasan korupsi," kata anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Indra, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Minggu, 24/6)

Sambung Indra, sejauh ini KPK belum optimal melakukan pencegahan dan penindakan korupsi di beberapa sektor, diantaranya sektor pertambangan, perpajakan, kehutanan dan juga di sektor aparat penegak hukum. Sehingga untuk menjawab tuntutan dan harapan tersebut tentunya penambahan pegawai, trutama penyidik independen merupakan suatu keharusan.


"Tentunya dukungan gedung baru yg lebih layak dan representatif, serta peralatan yang lebih canggih atau daya dukung yang lainnya menjadi seuah keharusan dan diharapkan nantinya pemberantasan korupsi bisa lebih optimal," beber Anggota Komisi III ini.

Berdasarkan hal-hal tersebut, kata Indra, PKS akan mendukung segala bentuk upaya atau program yang memperkuat pemberantasan korupsi tersebut. Karena bagaimanapun dukungan tersebut merupakan refleksi atau wujud dukungan FPKS dalam pemberantasan korupsi di negeri ini.

"Pada akhirnya saya juga menyakini Komisi III nanti juga akan menyetujui  pengadaan atau pembangunan gedung baru untuk KPK. Karena bagaimanapun komisi III tidak akan mau disebut menghalang-halangi atau tidak mendukung optimalisasi pemberantasan korupsi," demikian Indra. [ysa]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya