Berita

BBM non subsidi

Bisnis

Mau Jual BBM Non Subsidi Mestinya Ajak Agen Industri

Permen ESDM No.16 Tahun 2001 Disaranin Direvisi
MINGGU, 24 JUNI 2012 | 08:48 WIB

RMOL. Pemerintah menargetkan program penghematan bahan bakar minyak (BBM) subsidi akan mendongkrak penjualan BBM non subsidi.

“Kita harapkan program peng­he­matan BBM dapat mengurangi kon­sumsi premium dan mening­katkan penjualan BBM non sub­sidi,” ujar Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wa­cik di Jakarta, Jumat (22/6).

Wacik mengatakan, pada tahap awal penghematan penjualan BBM non subsidi berhasil di­dongkrak 8,5 persen. Dia pun op­timis sampai akhir tahun tingkat penjualan meningkat lagi.

Vice President Corporate Co­mmunication Pertamina M Ha­run mengatakan, pemerintah menar­getkan penjualan BBM non sub­sidi tembus 1,7 juta kiloliter (KL) di 2012 ini.

Untuk tahun lalu, kata Harun, Pertamina berhasil mendis­tribu­sikan BBM non subsidi 1,4 juta KL. Pertamax yang didis­tribu­sikan di pasar domestik diolah di Kilang Balongan, Jawa Timur.

Namun, pengamat perminya­kan Sofyano Zakaria mengata­kan, penjualan BBM non subsidi su­lit naik jika disparitas harga de­ngan subsidi masih tinggi. Apa­lagi, aturan yang ada juga tidak ber­pihak, seperti Peraturan Men­teri (Permen) ESDM No.16 Ta­hun 2011 tentang kegiatan pe­nya­luran BBM, malah melemah­kan pen­jualan bensin non subsidi.

“Aturan itu kontra produktif de­ngan upaya pemerintah mene­kan BBM bersubsidi,” kata Sofyano.

Ketidakberpihakan itu bisa di­li­hat dari tidak dimasukkannya lem­baga penyalur agen BBM in­dustri dalam aturan tersebut. Padahal, agen tersebut tugasnya untuk mensuplai pasokan ben­sin non subsidi ke industri.

Apalagi dalam pasal 3 ayat 3 disebutkan, penyalur seperti Mo­bile Bunker Agent (MBA), Agen Premium dan Minyak Solar (APMS), Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), Stasiun Pengisisan Bahan Bakar Umum (SPBU), Premium Solar Package Dealer (PSPD), Agen Minyak Ta­nah (AMT), dilarang menyalur­kan BBM lebih dari satu Badan Usaha Pemegang Izin Usaha Niaga Umum (BU-PIUNU).

“Aturan ini mengganggu kebe­radaan Pertamina sebagai BUMN dan Patra Niaga (anak usaha per­tamina) yang menya­lurkan ben­sin non subsidi,” katanya.

Sebab, kata dia, selama ini Per­tamina dan Patra Niaga berjalan ber­sama melayani penjualan BBM non subsidi kepada ma­syarakat melalui lembaga pe­nya­lurnya MBA dan Agen BBM In­dustri. Kondisi ini membuat pe­saingnya gerah.    

Karena itu, dia meminta pe­merintah untuk merevisi aturan ter­sebut. Seharusnya, pemerintah juga melahirkan peraturan yang bisa memberi kemudahan bagi badan usaha dan penyalur da­lam menjalankan bisnis BBM non subsidi, karena kondisi ter­sebut bisa menekan subsidi.

Sofyano juga meminta Menteri ESDM memperjuangkan agar Kementerian Keuangan meng­hapus PPN (pajak pertam­bahan nilai) bensin non subsidi bagi kapal asing yang datang ke In­donesia agar mau membeli bensin di In­donesia ketimbang beli dari Si­ngapura. “Jika ini dilakukan oleh pe­merintah, bisa meng­ha­silkan devisa yang sangat besar bagi ne­gara,” tandasnya. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya