RMOL. Keputusan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menetapkan nama Presiden Pertama RI Soekarno sebagai salah satu nama pasar di Sukoharjo mendapat apresiasi dari keluarga besar Bung Karno.
"Saya mewakili keluarga mengucapkan terimakasih kepada Pak Bupati dan rakyat Sukoharjo karena sudah memberi nama pasar kota di sini pasar Soekarno," ucap cucu Soekarno, Puan Maharani saat memberi sambutan dalam acara "Malam Bung Karno dan Pancasila" di lapangan Simpang Lima, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu malam (23/6).
Disampaikan dalam rilisnya, Puan mengingatkan karena sudah menyandang nama Bung Karno, maka semua pihak di pasar harus bergotong royong supaya pasar mewarisi api semangat Soekarno yang ingin Indonesia itu berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri dalam bidang ekonomi dan menyejahterakan wong cilik.
Puan bersama Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya serta unsur dari Pemkab Sukoharjo dan ratusan kader PDI Perjuangan turut menyaksikan pagelaran sendratari dengan tema Lahirnya Pancasila yang dimulai pukul 21.00 WIB.
Dalam kesempatan tersebut, Puan Maharani mengungkapkan rasa gembiranya atas pelaksanaan acara sendratari itu, serta penetapan nama pasar Soekarno. Baginya, ini bukti nyata bahwa pemerintah dan masyarakat Sukoharjo terus menjaga dan terus berusaha mewujudkan Pancasila.
Namun, Puan mengingatkan agar nama pasar jangan hanya sekedar mengambil nama Soekarno akan tetapi nantinya harus berguna untuk seluruh rakyat Sukoharjo.
"Harus diingat selalu kenapa nama Soekarno digunakan, yaitu untuk menghargai jasa pahlawan yaitu Bung Karno dan cita-citanya agar bangsa Indonesia mandiri. Perlu kembalikan kebanggaan dan reputasi Indonesia di dunia internasional yang seperti dulu disegani," katanya.
"Bung Karno itu yang menggali Pancasila dari sejarah dan budaya Indonesia pada tanggal 1 Juni 1945. Jadi kalau bicara Bung Karno pasti akan bicara Pancasila. Dari awal beliau sudah bilang bahwa Pancasila itu dasar negara dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan Negara Indonesia, kekal dan abadi," papar Puan.
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Politik ini menjelaskan hampir sebulan sudah dilaksanakan berbagai acara yang membuat publik mengingat dan merenungkan kembali ide, gagasan dan cita-cita Bung Karno untuk rakyat Indonesia. Setelah pasar Soekarno, Puan menyebut dirinya menantikan apalagi wujud api semangat Bung Karno yang akan dibuat menjadi kenyataan di Sukoharjo, supaya Sukoharjo Makmur.
Sementara, Bupati Wardoyo menjelaskan di wilayahnya selama bulan Juni ini ada berbagai kegiatan dilakukan dalam memeriahkan Bulan Bung Karno.
"Peletakan batu pertama pasar Sukoharjo yang diberi nama Pasar Tradisional Ir. Soekarno dilaksanakan pada 8 Juni lalu," kata Wardoyo.
Bupati Sukoharjo itu menjelaskan pemberian nama pasar tradisional Ir Soekarno sebagai penghormatan warga Sukoharjo terhadap jasa-jasa dan cita-cita Bung Karno yang ingin orang-orang Marhaen (wong cilik) bisa sejahtera dan mandiri, dan salah satunya melalui keberadaan pasar tradisional.
"Maka itu bertepatan dengan Bulan Bung Karno, pasar kota Sukoharjo yang baru diberi nama pasar tradisional Ir Soekarno," paparnya.
[dem]