Berita

Para PSK jalanan merayu pelanggan

Selama Euro, PSK Ukraina Sepi Order

SABTU, 23 JUNI 2012 | 09:25 WIB

RMOL. Berharap panen, eh malah se­pi. Itulah yang dialami para pekerja seks komersial (PSK) mau­pun bisnis dunia malam di Ukraina selama Euro 2012, seti­dak­nya sampai berakhirnya babak penyisihan.

Semula mereka berharap akan bisa meningkatkan ’’omset’’ se­la­ma penyelenggaraan kejuaraan sepak bola terbesar setelah Piala Dunia ini. Apalagi, suporter yang datang ke empat kota tempat per­tandingan, yakni Kiev, Kharkiv, Lviv dan Donetsk, sangat ba­nyak.

Selama pertandingan babak pe­nyisihan yang baru saja ber­akhir Selasa (19/6) lalu, di setiap kota itu tidak kurang dibanjiri be­lasan hingga puluhan ribu su­porter.  Mereka bukan saja ber­asal dari negara-negara peserta Euro 2012.  Tetapi juga mania bo­la dari negara Eropa yang ti­dak lolos Euro 2012. Bahkan, ju­ga dari Asia, Afrika dan beberapa ne­gara Amerika Selatan.

Entah benar dari Brasil atau bukan, namun wartawan koran ini pernah menjumpai beberapa su­porter di area Fan Zone yang mem­bawa bendera Brasil. Juga ada beberapa mania bola asal Ma­roko. Bahkan, suporter asal Ma­­roko itu pernah menawarkan ti­­ket untuk dibeli kepada war­tawan Jawa Pos  saat bersama-sama meliput di Donetsk.

Kalau dari Asia, jelas lebih banyak lagi. Saya pernah satu tak­si dengan dua cewek Singa­pu­ra saat di Lviv. Di Kharkiv, saya di­sa­pa dengan serom­bong­an lima bola ma­nia yang me­ngaku dari Makas­sar.  

Saat menu­lis berita ini pun, saya baru saja kontak dengan se­rom­­bong­an pengusaha asal Se­marang yang baru saja tiba dari Donetsk dan sekarang menginap di Kiev. Wajah-wajah khas Asia cu­kup mudah ditemui di antara ke­­ru­munan suporter di empat kota itu.

Dalam sebuah blog Euro 2012 yang dikutip Kyiv Post,  seorang PSK berusia 23 tahun bernama Mi­lena mengeluh bahwa dia ti­dak berharap bisa meningkat pen­dapatannya selama Euro 2012.  Seorang PSK lainnya bah­kan menyebut selama dua ming­gu ini, belum sekali pun mela­yani pelanggan warga asing. ”Benar-benar musim kering bagi kami,’’ kata PSK tersebut.

Padahal, di sekitar kawasan Fan Zone di Kiev maupun Sta­dion Olimpiyskiy, banyak ter­da­pat toko-toko’’lampu merah’’.  To­ko-toko itu bisa dikenali dari ker­lap-kerlip lampu berbentuk wa­nita telanjang, dengan tulisan yang mengisyaratkan sebagai tem­­pat hiburan malam. Para su­porter yang meninggalkan Fan Zone maupun stadion usai pertandingan pasti lewat tempat-tempat itu.

Di televisi hotel pun, juga ada be­berapa siaran yang khusus me­nampilkan ajakan untuk melepas syahwat.  Di hotel pertama tem­pat wartawan koran ini meng­i­nap di Kiev, di kawasan Li­vo­berezhna, ada televisi yang se­le­pas jam 11 malam menyiarkan tayangan film porno.

Namun, rupanya para suporter sepak bola yang datang tidak ba­nyak yang tertarik. Terbukti, para PSK banyak yang mengeluh. ’’Mereka yang berinvestasi untuk bisnis seks (selama Euro 2012) banyak yang me­ngeluh,’’ kata Olena Zuckerman, aktivis Legalife, LSM pelindung PSK.

 

Tempat wartawan koran ini menginap saat ini, yakni di sebuah apartemen di dekat jalan besar Vlodomirskaya ini berada satu kompleks dengan sebuah klub penari telanjang.  Ibaratnya begitu masuk kompleks apartemen tinggal pilih: apakah mau ’’lurus’’ menuju gerbang apartemen. Atau, berbelok sedikit mampir ke klub penari telanjang itu.


REMANG-REMANG: Salah satu klub penari telanjang di jalan utama di pusat kota Kiev.

MENGGODA: Iklan-iklan ’’panas’’ yang  ada di peta-peta gratis di Kiev.   [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya