Berita

syamsuddin haris/ist

Peneliti LIPI: Kepala Daerah Sering Lebih Patuh kepada Partai daripada Atasan

JUMAT, 22 JUNI 2012 | 16:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Sistem pemerintahan daerah merupakan replika dari pemerintahan nasional. Hal itu merupakan konsekuensi dari kontruksi UUD 1945 dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Ada hirarki dan koordinasi yang jelas antara pemerintahan pusat dan daerah agar terbangun sinergi dan efektifitas pemerintah," kata peneliti senior LIPI, Syamsudin Haris dalam seminar Transaksi Politik Pilkada: Pangkal Pergeseran Kebijakan Publik Yang Tidak Pro Rakyat" di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarata, Jumat, (22/6).

Namun, Haris melihat, dalam UU 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah, memang ada beberapa yang problematik sistem Pemda. Seperti, tidak ada hubungan hirarkis antara Pemda provinsi dengan kabupaten/kota sehingga tidak terbangun relasi dan koordinasi.

"Padahal, sesuai konstitusi, kabupaten/kota adalah bagian dari provinsi," ungkapnya.

Tak hanya itu, loyalitas kepala daerah terhadap parpolnya, bahkan terhadap penyandang dana pada saat pilkada, acapkali lebih dominan ketimbang loyalitas kepada pemerintah di atasnya. "Sehingga 'mbalelo' kepala daerah potensial muncul," ujarnya, dalam seminar yang digelar Partai Hanura tersebut.

Akibatnya, efektifitas pemerintahan daerah lebih ditentukan oleh faktor kepemimpinan kepala daerah dan partai ketimbang sistem pemerintahan daerah seperti telah diatur oleh UU. [zul]


Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya