Berita

denny indrayana/ist

NEGARA GAGAL

Denny Indrayana: Alhamdulillah, Indonesia Menjauh dari Negara Gagal

KAMIS, 21 JUNI 2012 | 10:47 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana, angkat bicara terkait dengan pemberitaan soal negara gagal yang dalam dua hari terakhir ini mencuat.

"Membaca pemberitaan dua hari terakhir soal indeks negara gagal, ada hal-hal yang perlu diluruskan agar kita tidak terjebak pada kesimpulan yang salah," kata Denny dalam keterangan tertulis kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 21/6).

Denny mengatakan bahwa ia telah menulis soal indeks negara gagal ini dalam buku Indonesia Optimis  yang diterbitkan pada tahun 2011. Denny pun mengapresiasi laporan Fund for Peace, yang sudah dimulai sejak 2005, dan menjadikan hasilnya sebagai rujukan agar Indonesia tidak menuju negara gagal. Apalagi, Fund for Peace telah menggunakan metodologi yang berkualitas, menggunakan 12 indikator serta melibatkan 177 negara dari seluruh penjuru dunia.


Namun, Denny mengingatkan, untuk menyimpulkan arah Indonesia berdasarkan hasil survei tersebut harus dilakukan dengan analisa yang lebih menyeluruh. Tidak fair menilai Indonesia menuju negara gagal dengan hanya mendasarkan pada peringkat yang turun hanya satu di tahun 2012, tanpa melihat peringkat sejak tahun 2005 yang cenderung membaik. Demikian pula, tidak fair menyatakan Indonesia menuju negara gagal, tanpa melihat bahwa skor indeks negara gagal Indonesia justru terus membaik, sehingga di tahun 2012 ada pada skor 80,6 yang merupakan skor terbaik Indonesia sejak indeks negara gagal dirilis di tahun 2005.

"Dengan melihat keseluruhan survei sejak tahun 2005, akan terlihat jelas, bahwa skor kita terus membaik, dari tahun ke tahun, setelah sempat memburuk pada skor 89,2 di tahun 2006, skor Indonesia terus naik menjadi 84,4 tahun 2007, 83,3 tahun 2008, 84,1 2009, 83,1 tahun 2010, 81,6 tahun 2011 dan terakhir 80,6 tahun 2012," jelas Denny.

Denny mengakui, peringkat 63 di tahun 2012 memang turun bila dibandingkan peringkat 64 di tahun 2011. Namun hal ini tetap jauh lebih baik dari peringkat terburuk ke-32 di tahun 2006, 55 tahun 2007, 60 tahun 2008, 62 tahun 2009, 61 tahun 2010.

"Mari kita menyampaikan berita dengan analisa yang lebih utuh, sehingga tidak jatuh pada kesimpulan yang keliru," ajak Denny, sambil mengajak agar tetap waspada dan bekerja lebih keras.

"Alhamdulillah, kesimpulannya kita bukan mendekat, tetapi makin jauh dari negara gagal berdasarkan hasil survei Fund for Peace tersebut," demikian Denny. [ysa]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya