Berita

mahfudz shiddiq/ist

NEGARA GAGAL

Wasekjen PKS: Laporan Negara Gagal dari Washington Sangat Mengkhawatirkan

RABU, 20 JUNI 2012 | 13:39 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Kabar dari  Washington DC, Amerika Serikat, membuat politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terkejut.

Adalah Wasekjen DPP PKS, Mahfudz Shiddiq yang terkejut dengan Indeks Negara Gagal atau Failed States Index 2012 yang dipublikasikan di Washington DC, Amerika Serikat pada Senin lalu (18/6). Dalam laporan itu, Indonesia menduduki peringkat ke-63 dari 178 negara, dan dalam posisi ini Indonesia masuk kategori negara-negara yang dalam bahaya atau in danger menuju negara gagal.

"Ini berita buruk ketika peringkat Indonesia naik dari urutan 64 ke 63," kata Mahfud Shiddiq kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 20/6).


Kabar ini, ungkap Mahfudz, tentu saja sangat mengkhawatirkan. Sebab kondisi ini terjadi ketika banyak negara mulai mempertimbangkan size ekonomi Indonesia yang kuat dan potensial di Asia.

"Perlu kebijakan dan langkah terobosan secara cepat," ujar Mahfudz, yang juga Ketua Komisi I DPR.

"Jika tidak, maka bukan mustahil posisi Indonesia akan terus naik. Apalag imengingat sebentar lagi elit politik dan pemerintah akan disibukkan dengan pemilu 2014," demikian Mahfudz. [ysa]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya