Berita

sby/ist

Hayono Isman: Tidak Benar Demokrat Anjlok karena Kinerja SBY

SELASA, 19 JUNI 2012 | 16:22 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Kasus hukum yang menjerat bekas Bendahara Umum Partai Demokrat, M. Nazaruddin dan kemudian merembet kepada Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum adalah penyebab turunnya tingkat keterpilihan Partai Demokrat.

"Itu penyebab utamanya. Itu pandangan saya dan itu yang dilihat oleh lembaga survei," kata anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Hayono Isman, di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta (Selasa, 19/6).

Tidak benar, kata dia, jika penurunan elektabilitas Partai Demokrat seiring menurunnya kinerja pemerintahan SBY bagi publik. Tidak ada korelasi secara langsung antara keduanya.


"Coba tanya sama lembaga survei. Menurut saya ada perbedaan, tidak bisa disamakan antara kinerja pemerintah dengan partai. Kan sering terjadi SBY tetap di atas, partai tetap di bawah. Jadi itu tidak korelasi secara langsung," sebutnya.

"Tapi ini bukan untuk mengcounter pernyataannya Anas. Nanti diplintir. Saya mohon jangan," tambah dia.

Adalah fakta, kata Wakil Komisi I DPR RI ini, perolehan suara Partai Demokrat tinggi karena sosok SBY. Masalahnya, ke depan SBY tidak akan menjadi lagi feeding icon karena tidak jadi Capres lagi. Persoalan lainnya, kasus hukum yang melilit kader partai membuat situasinya tambah berat. Oleh karenanya, kata dia, perlu ada penanganan secara khusus yang dilakukan oleh DPP.

"Ini masalah serius, bukan masalah sederhana. Pada pemilu, partai hanya mendapat 20 persen, SBY 61 persen. Tidak bisa sebanding. Kita berpikir seperti itu. Jadi tidak percuma kalau kita di PD dibilang, berpikir lha secara cerdas," sindir Hayono.[dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya