Berita

ilustrasi/ist

Hatta: Kita Mengapresiasi Mario Teguh, Tetapi...!

SENIN, 18 JUNI 2012 | 07:14 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Ada kekuatan yang begitu besar yang memproduksi orang miskin secara massif. Kekuatan ini menghasilkan kebijakan neoliberalisme yang dengan mengatasnamakan pasar bebas Indonesia menjejali masyarakat Indonesia dengan beras impor, obat tradisional impor, batik impor, ikan impor, dan seterusnya.

Menurut Kordinator Institut Ekonomi Politik Soekarno Hatta (IEPSH) yang juga mantan anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Taliwang, kekuatan besar inilah yang harus dilawan.

"Kita sangat menghormati ajaran agama yang menganjurkan kita menyantuni orang miskin. Kita juga sangat mengapresiasi motivator seperti Mario Teguh yang merangkai kata dengan indah agar orang miskin bekerja keras untuk mengubah nasibnya. Kita juga hormat kepada sekolah yang dengan gigih membekali anak orang miskin dengan skill sebagai bekal keluar dari kemelaratan," ujar Hatta kepada Rakyat Merdeka Online, Senin pagi (18/6).

"Tetapi keliru besar kalau kita menganggap bahwa dengan upaya itu jumlah orang-orang miskin akan berkurang," sambungnya.

Dia menambahkan bahwa pemahaman pasar bebas liar ini dilindungi antek-antek neolib di birokrasi sehingga terus menerus memproduksi kemiskinan. Kebijakan yang memiskinkan rakyat inilah yang harus dilawan oleh para agamawan, motivator, pendidik, dan lain sebagainya.

"Kit tidak bisa lagi sekadar menjadi pejuang di hilir masalah. Karena tidak akan pernah selesai. Kita harus bersatu melawan kebijakan yang menindas ini," demikian Hatta. [guh]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya