Berita

ilustrasi

Syahganda: SBY Jangan Jadikan Papua Ladang Operasi Densus 88

SABTU, 16 JUNI 2012 | 19:17 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono perlu mengutamakan pendekatan dialogis dan upaya membangun kesejahteraan masyarakat Papua, termasuk mewadahi aspirasi politik yang berkembang di Papua guna terciptanya kemajuan Bumi Cenderawasih yang bermartabat di bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sedangkan dalam konteks penanganan keamanan, pemerintah pusat harus dapat menjamin situasi damai sekaligus menghentikan berbagai teror penembakan yang kerap membuat ketidaknyamanan Papua.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan di Jakarta, Sabtu (16/6).

Sementara terkait sikap Jakarta yang hendak menjadikan wilayah Papua dalam pelaksanaan operasi Detasemen Khusus (Densus) Anti Teror 88 Polri, Syahganda dengan tegas menyatakan tidak pantas dilakukan. Karena hal itu akan membuat kemelut persoalan Papua semakin keruh di samping menyebabkan masa depan situasi keamanannya malah tidak terkendali.

"Kalau Presiden SBY menginginkan kondisi rasa aman masyarakat Papua terpulihkan, maka pilihannya jangan mengirim pasukan Densus 88 itu, sebab ini bukan ladang tepat untuk operasi peperangan bagi Densus 88, yang karakternya spesifik hanya untuk memerangi para teroris," jelas kandidat doktor Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Indonesia ini.

Dikatakan, persoalan di Papua bersifat kompleks dengan akar utamanya adalah kesejahteraan dan pemenuhan aspek keadilan. Menurut Syahganda, dengan ribuan aparat keamanan yang kini ada di Papua baik Polri maupun TNI, sebenarnya terbilang cukup memadai sejauh langkah-langkahnya terfokus secara profesional pada pengupayaan damai warga Papua.

"Jadi, pemerintah tidak perlu terlalu ketakutan seolah-olah Papua hanya dapat diatasi dengan menghadirkan Densus 88," tegasnya.

Ia menambahkan, penuntasan terhadap berbagai aspek persoalan Papua tidak boleh dilakukan parsial dan melalui pendekatan keamanan semata-mata. Mengingat muatannya yang tidak sederhana atas Papua itu, Syahganda mengharapkan Presiden SBY turun langsung memimpin agenda pemulihan Papua serta mengambil prakarsa dialog dengan semua elemen kelompok, yang meliputi berbagai pihak di Papua.

Pada sisi lain, Syahganda mengatakan, keinginan pemerintah pusat sejak 2011 untuk mengevaluasi perjalanan Otonomi Khusus Papua sejauh ini pun urung dilakukan, sehingga tetap meletakkan sisi buram pelaksanaan Otsus tersebut.

"Nah, hal ini belum pernah disampaikan ke publik, apakah Otsus dan pemberian dana Otsus yang demikian besar itu benar-benar dinikmati masyarakat Papua ataukah tidak, dengan melihat keluhan-keluhan kemiskinan sebagai isu sentral Papua hingga saat ini," ujarnya.

Selebihnya, lanjut Syahganda, sikap Presiden SBY untuk menempuh cara renegosiasi kontrak dengan PT Freeport di Papua juga masih menjadi tanda tanya besar, yang tetap menunjukkan ketidakjelasan komitmen pada terwujudnya kesejahteraan ekonomi Papua.

Tadi siang, dalam diskusi tentang Papua di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, pejabat Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan RI, Brigjen TNI Sumardi, mengatakan, Densus 88 sengaja diturunkan ke Papua untuk membantu TNI dan Polri. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya