Berita

ilustrasi

Paskalis Kossay: Copot Kapolda Papua!

JUMAT, 15 JUNI 2012 | 21:05 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Konflik, kerusuhan dan aksi kekerasan terus terjadi di tanah Papua. Hal itu terjadi akibat kelalaian aparat kemanan di lapangan.

Kapolda Papua, Irjen Bigman Lumban Tobing, dianggap gagal menjalankan tugasnya setelah terjadi kerusuhan massa di wilayahnya kemarin menyusul penembakan terhadap aktivis Komite Nasional Papua Barat, Mako Tabuni.


"Kapolri harus segera menarik Kapolda Papua. Dia harus dicopot," kata anggota DPR Fraksi Partai Golkar asal Papua, Paskalis Kossay, kepada wartawan di gedung DPR/MPR, Senayan Jakarta (Jumat, 15/6).


Ditambahkan Koordinator Kaukus Papua Parlemen itu, personel TNI dan polisi yang berkeliaran di sana harus ditarik agar Papua tenteram dan damai.

"Jumlah TNI dan Polri sangat berlebihan di lapangan. Ini membuat ketakutan bagi warga," paparnya.

Terkait penembakan terhadap Ketua I Komite Nasional Papua Barat, Mako Tabuni, Paskalis sangat menyesalkan kejadian tersebut.

"Kami sangat menyesalkan peristiwa penembakan terhadap salah satu aktivis Papua. Saksi mata mengatakan, dia dipegang lalu ditembak. Tapi aparat mengatakan dia melarikan diri," imbuhnya. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya