Berita

ilustrasi

Jafar Hafsah: Yang Baru "Tersangkut" (Korupsi) Belum Bisa Dipecat

JUMAT, 15 JUNI 2012 | 12:50 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Apa yang disampaikan Susilo Bambang Yudhoyono di depan para pendiri Partai Demokrat mengenai garis politik bersih, cerdas dan santun adalah kewajiban tiap kader dalam berpolitik.

Ketua Fraksi Partai Demokrat di MPR, Jafar Hafsah, mengatakan, siapa saja kader yang tidak mampu menjalankan garis politik itu, dia mesti mundur sukarela dari partai. Namun, bukan berarti semua kader yang dituduh korupsi mesti mundur, karena mereka belum menyandang status hukum tetap.

"Kalau tersangka itu otomatis (dipecat), tapi kalau tersangkut (korupsi) itu masih relatif," ujarnya saat ditemui wartawan di Gedung DPR, Senayan Jakarta, Jumat (15/6).


"Itu pesan moralnya kepada seluruh kader. Kalau sudah mengganggu konstelasi partai, itu mundur. Itu tergantung dari bagaimana mereka menjelaskan, memahami, memberikan deskripsi," sambungnya.

Untuk itu, mantan Ketua Fraksi Demokrat di DPR itu mengharap KPK cepat menyelesaikan kasus-kasus korupsi yang diduga kuat melibatkan orang-orang Demokrat.
Hal itu agar ada kepastian langkah partai terhadap para kader, termasuk pula status Ketua Umum Anas Urbaningrum.

"Di AD/ART penggantian pimpinan bisa di Kongres Luar Biasa. Harus 2/4dari pengurus. Suara-sah DPP, DPD, DPC. Kalau 2/3 itu jadi pergantian," ucapnya menyinggung mekanisme pergantian pimpinan.

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Syarief Hasan, satu waktu lalu pernah mengatakan bahwa partainya menunggu kepastian hukum dari KPK terkait status Anas hingga akhir Juni .

"Jika sampai akhir Juni tidak ada kepastian, dia (Anas) clear," tegas Syarif waktu itu. [ald]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya