Berita

muhaimin iskandar/ist

GEJOLAK POLITIK SURIAH

Pemerintah Pastikan Semua TKI di Suriah akan Dipulangkan

KAMIS, 14 JUNI 2012 | 23:11 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar telah melarang warga negara Indonesia yang akan bekerja di Suriah sebagai TKI sejak April tahun lalu. Hal ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan mengingat gejolak politik di negara tersebut.

"Saya berlakukan larangan seketat-ketatnya. Kalau masih ada yang bandel memang sudah kebangetan," kata Muhaimin dalam rilis yang diterima malam ini Kamis (14/6).

Terkait keberadaan TKI saat ini di Suriah, Muhaimin berharap masukan-masukan dari masyarakat untuk disampaikan langsung kepada pemerintah melalui Kemenakertrans atau Kementerian Luar Negeri.

"Jangan menyampaikan kepada publik hal-hal yang belum bisa dikonfirmasikan seperti TKI tewas. Bisa membingungkan masyarakat. Berikan waktu kami bekerja keras menyelamatkan seluruh TKI yang bekerja disana," ungkap Muhaimin.

Hal itu dikatakan Cak Imin, demikian ia akrab disapa, terkait pemberitaan beberapa waktu lalu bahwa terdapat 2 orang TKI Ani dan Aminah menjadi korban tewas. Namun KBRI di Damaskus sudah membantahnya. Bahkan Aminah diberitakan selamat.

Sementara itu, mengenai keberadaan salah seorang TKI bernama Sunarti binti Sarya yang diberitakan sedang menunggu evakuasi sedang dicek oleh KBRI di Damaskus.

"Dalam kondisi perang saudara, pengecekan dan proses evakuasi memerlukan lebih banyak waktu. Kita tidak akan membiarkan apakah itu Sunarti atau TKI yang lain menjadi korban. Pemerintah akan sekuat tenaga memulangkan seluruh TKI. Sejauh ini sudah 233 orang TKI yang dipulangkan dan masih akan terus bertambah. Mohon doanya," harap Cak Imin.

Pemerintah juga meminta seluruh perusahaan pengerah jasa TKI dan perusahaan jasa asuransi TKI untuk bekerja lebih keras dalam memulangkan TKI dari Suriah dan memenuhi kewajibannya untuk memberikan hak-hak mereka yang tidak bisa bekerja secara penuh akibat perang saudara.

"PJTKI harus lebih aktif menghubungi keluarga yang bersangkutan dan menyampaikan perkembangan setiap saat. Sementara jasa asuransi harus siap dengan segala kemungkinan, siapa tahu ada yang membutuhkan perawatan segera. Hak TKI harus didahulukan," tandas Ketua Umum DPP PKB ini. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya