Berita

sb yudhoyono

SBY Tuding Ada Partai Lain yang Lebih Korup Dibanding Demokrat

KAMIS, 14 JUNI 2012 | 09:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengajak kadernya mengakui dan jangan membantah bahwa saai ini memang benar elektabilitas partai yang ia dirikan itu menurun.

"Karena kejujuran akan membuat kita bangkit," ujar SBY dalam sambutan pertemuan para pendiri dan deklarator Partai Demokrat di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu malam (13/6).

SBY mengaku berusaha mengetahui apa penyebab elektabilitas partainya turun.

"Saya mempelajari lembaga survei yang kredibel, dan bertukar pikiran dengan yang lain. Kesimpulannya, karena isu atau terjadinya isu sebagian kecil yang kader PD terlibat korupsi. Dan selalu diberitakan, terutama media TV," ucapnya.

Namun, SBY menegaskan, bahwa partai lain juga banyak kadernya yang tersangkut korupsi.

"Pertanyaannya, apakah partai lain tidak melakukan perbuatan tidak terpuji itu? Kita tegas jawab, 'tidak.' Masih banyak partai lain yang melebihi ( partai kita dalam hal korupsi)," jelasnya.

Tak sampai disitu, SBY pun membeberkan data-data yang untuk menguatkan pernyataannya bahwa banyak partai lain yang lebih korup.

"Saya beri contoh. Di DPRD Provinsi, dalam jangka 2004 hingga tahun ini, 2012, korupsi yang dilakukan oknum Demokrat 3,9 persen atau peringkat 5 dari seluruh partai. Masih ada 4 partai lain di atas kita. Masing-masing  ada 34,6 persen, 24,6 persen, 9,2 persen dan 5,32 persen. Total 75 persen," beber SBY.

Sedangkan untuk DPRD Kabupaten/Kota pada periode yang sama Demokrat menempati peringkat tiga dengan 11,5 persen, terkait kader partai yang terlibat kasus korupsi. Di atasnya, terang SBY, masih ada dua parpol, masing-masing 27 persen, dan 14,4 persen.

"Sedangkan untuk tingkat Menteri, DPR, Gubernur, dan Wali Kota/Bupati, oknum PD juga menempati posisi tiga. Di bawah dua parpol. Diatasnya masih ada dua parpol dengan angka 33,7 persen, dan 16,6 persen," imbuh SBY.

Dengan data-data itu, dia tidak menerima kalau partainya disebut sebagai sebagai partai paling korup.

"Lalu adilkah dengan data ini partai kita dikatakan lebih korup. Satu tahun ini tenaga kita terkerus, pemberitaan dunia massa dibanjiri pemberitaan oleh oknum partai demokrat. Ini tidak adil dan tidak fair. Saya berani mengatakan ini," tegas SBY.

"Saya dan PD akan tetap konsisten dan serius, (memberantas korupsi). Kalau ada penenetapan terdakwa (kader PD) langsung kita PAW, tidak ada kebal hukum, kita ksatria," tambahnya.

"Kalau PD sekarang dan ke depan terus bersikap tegas dalam upaya memberantas korupsi, suatu saat nanti masyarakat tahu," tandasnya. [zul]


Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya