Berita

harry azhar azis

OBLIGASI REKAP

Komisi XI Siap Periksa Para Pejabat Keuangan

SELASA, 12 JUNI 2012 | 15:12 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Komisi XI DPR berniat menindaklanjuti gugatan mantan Menko Ekuin, Kwik Kian Gie dan rekan-rekannya sesama ekonomi senior, perihal pembayaran bunga obligasi rekapitalisasi (OR) dari APBN yang mencapai Rp 60 triliun per tahun dan berlangsung hingga 2040.  

Obligasi Rekap adalah piutang bank-bank yang telah menjadi milik pemerintah kepada pemerintah. Dalam arti lain, pemerintah berutang kepada bank-bank yang dimilikinya sendiri.  Sejarah OR bermula saat kriris moneter menerjang pada 1998. Kala itu perbankan Indonesia kolaps. Untuk menyelamatkan bank-bank tersebut, pada 1999 pemerintah menyuntikkan modal (merekapitalisasi) dalam bentuk OR dengan dana mencapai Rp 655 triliun.

"Kami sedang tunggu surat pimpinan (DPR) untuk menindaklanjuti," ujar Wakil Ketua Komisi XI, Harry Azhar Azis, kepada wartawan di komplek Parlemen, Jakarta, Senin (12/6).


Menurut dia, Kwik Kian Gie dan para profesor ekonomi lain yang kemarin datang dalam rapat konsultasi ke DPR, meminta penyetopan pembayaran bunga tersebut pada tahun 2013 dari APBN.

"Tapi kemarin Pak Kwik hanya menceritakan keadaan pada masa dia menjabat menteri, makanya nanti akan kita cek lagi," ujarnya.

"Masalah angkanya kita akan cek nanti lagi, kita akan panggil Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, bisa juga akan kita panggil para mantan Menteri Perekonomian, termasuk Pak Kwik," ungkap politisi Golkar ini.

Persisnya kapan, Harry kembali mengatakan, pihaknya menunggu surat dari pimpinan. Yang jelas kalau dana besar yang disumbangkan untuk kantong para konglomerat itu distop, maka bisa dialihkan kepada masyarakat.

"Seperti pembangunan infrastruktur, subsidi BBM dan minyak," imbuhnya.

Ironis memang, karena pembayaran obligasi rekap berjalan terus di tengah kondisi APBN terancam tidak mampu menjadi lokomotif pembangunan. Lebih lagi, pada saat yang sama, pemerintah justru mati-matian mengurangi, bahkan mencabut, subsidi bahan bakar minyak (BBM) karena dianggap mendistorsi pembangunan ekonomi.

Sekjen Asosiasi Pembayar Pajak Indonesia (APPI) Sasmito Hadinegoro, mengatakan, fakta itu adalah bentuk ketidakadilan yang luar biasa. Untuk mensubsidi perbankan, pemerintah rela mengguyurkan uang pajak sebesar Rp 60 triliun setiap tahun. Sebaliknya, pemerintah justru selalu berniat menghapuskan subsidi BBM.  [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya