a bakir ihsan/ist
a bakir ihsan/ist
RMOL. Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, A Bakir Ihsan, menilai, langkah partai Nasdem memodali tiap calegnya sebesar Rp10 miliar semakin memperkuat terjadinya politik uang di negeri ini. Asumsinya, politik tidak akan koruptif bila tidak dibebani kepentingan uang.
"Padahal yang kita lihat, mereka yang terlibat korupsi juga beruang. Mereka korupsi karena rakus, terus merasa kurang. Problem korupsi lebih pada integritas diri yang sama sekali tak bisa diukur dengan materi atau uang," kata Bakir kepada Rakyat Merdeka Online (Sabtu, 10/6).
Ditambahkan, langkah Nasdem tersebut bisa menghambat rekrutmen politik partai yang berkualitas, karena landasannya dipijakkan lebih kepada uang. Motivasi berpolitik terarah lebih pada orientasi kuantitatif (uang) yang menggiurkan daripada orientasi kualitatif (integritas atau kompetensi).
Populer
Minggu, 05 April 2026 | 09:04
Sabtu, 04 April 2026 | 02:17
Sabtu, 04 April 2026 | 02:23
Selasa, 07 April 2026 | 05:19
Senin, 06 April 2026 | 05:31
Selasa, 07 April 2026 | 12:34
Rabu, 08 April 2026 | 05:43
UPDATE
Senin, 13 April 2026 | 00:01
Minggu, 12 April 2026 | 23:40
Minggu, 12 April 2026 | 23:11
Minggu, 12 April 2026 | 22:46
Minggu, 12 April 2026 | 22:22
Minggu, 12 April 2026 | 22:11
Minggu, 12 April 2026 | 21:47
Minggu, 12 April 2026 | 21:28
Minggu, 12 April 2026 | 21:08
Minggu, 12 April 2026 | 20:06