Berita

yusril ihza mahendra/ist

Yusril Ihza Mahendra: Presiden SBY Harus Pecat Semua Wamen

Konsekuensi Dicabutnya Penjelasan Pasal 10 UU No 39/2008
SELASA, 05 JUNI 2012 | 21:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Presiden SBY harus memecat semua wakil menteri atau wamen-nya. Langkah itu dinilai sesuai dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) perihal keberadaan wamen.

"Kalau Presiden SBY cermat membaca putusan MK, maka konsekuensinya harus memberhentikan para wamen," kata pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra dalam wawancara di salah satu stasiun televisi swasta sesaat lalu (Selasa, 5/6).

Pemecatan, kata Yusril, harus dilakukan SBY karena keberadaan wamen sudah kehilangan pijakan hukumnya dengan dicabutnya Penjelasan Pasal 10 UU Nomor 39/2008 tentang Kementerian Negara yang menyebut bahwa wamen adalah pejabat karir oleh MK.


Namun demikian, lanjut Yusril, terserah SBY jika nanti mau kembali mengangkat ke 20 wakil menteri (termasuk posisi wamen ESDM diisi) tersebut. Dengan syarat, merubah Perpres-nya. Artinya, Perpres yang dikeluarkan haruslah menyatakan bahwa wamen bukanlah pejabat karir, tapi anggota kabinet.

"Dan kalau seluruh wamen itu anggota kabinet maka seluruh anggota kabinet SBY adalah 54 orang. Luar biasa besarnya. Tapi itu kewenangan SBY," imbuhnya.

Yang jelas, diingatkan Yusril, sepanjang presiden belum memberhentikan atau mencabut Keppres pengangkatan wamen, maka para wamen yang ada tidak bisa bertindak mengatasnamakan jabatannya.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya