Berita

rizal ramli/ist

Berbagai Lembaga Think Thank di Amerika Serikat Mengundang Rizal Ramli

MINGGU, 03 JUNI 2012 | 18:42 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

East West Center (EWC) di Amerika Serikat mengundang ekonom independen dari Indonesia, DR Rizal Ramli, untuk berbicara dalam seminar bertema "Indonesia's Economic Outlook and Asian Economic Integration" di Washington DC pada pertengahan bulan ini Juni.

"Limabelas tahun setelah krisis keuangan Asia pada tahun 1997, Indonesia muncul sebagai pemain utama ekonomi baik di level regional maupun global. Pertumbuhan ekonomi yang mantap dalam satu dekade terakhir membuat Indonesia kini menjadi kekuatan ekonomi terbesar ke-14 di dunia dan merupakan satu-satunya anggota Asia Tenggara yang duduk di G-20," tulis EWC dalam pengantar program seminar tersebut.

Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan dalam pemerintahan Abdurrahman Wahid ini diminta memberikan penjelasan akademis mengenai situasi ekonomi Indonesia di tengah krisis ekonomi yang melanda kawasan Eropa hari-hari ini.

Hal lain yang akan disampaikan Rizal Ramli dalam seminar yang digelar pada tanggal 12 Juni itu adalah tantangan yang dihadapi kawasan Asia dan saling ketergantungan di tengah kecenderurngan melambatnya pertumbuhan ekonomi global. Persaingan di antara negara-negara kunci di Asia dan relevansinya dengan pengaruh Amerika Serikat di kawasan Asia-Pasifik juga akan menjadi salah satu topik kunci yang akan disampaikan motor ekonomi mahzab kerakyatan di Indonesia itu.

East West Center adalah sebuah lembaga think thank strategis yang didirikan oleh Kongres Amerika Serikat pada tahun 1960 silam dengan tugas utama melakukan pengkajian berbagai hal yang mendukung hubungan Amerika Serikat dengan kawasan Asia dan Pasifik. Selain di Hawaii, East West Centre juga memiliki kantor di Washington DC.

Seminar di Washington DC adalah salah satu kegiatan Rizal Ramli dalam kunjungan ke New York dan Washington DC kali ini. Selain berbicara di EWC, Rizal Ramli juga akan menghadiri pertemuan UN Advisory Panel di markas PBB di New York pekan depan dimana ia menjadi salah seorang anggotanya bersama beberapa ekonom dari sejumlah negara lain di Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah, dan Amerika Serikat.

Rizal Ramli yang baru terpilih sebagai Ketua Dewan Pembina Persatuan Rakyat Desa (Parade) Nusantara itu juga akan berbicara mengenai prospek pertumbuhan ekonomi dan perkembangan demokrasi Indonesia di Harvard Club of New York. Kegiatan ini digelar American Indonesian Chamber of Commerce.

Dari New York, Rizal Ramli terbang menuju Washington DC untuk berbicara di Center for Strategic and International Studies (CSIS) dalam seminar bertema "Post-Yudhoyono Indonesia and Asian Powers", lalu di Kementerian Luar Negeri AS dalam seminar bertema "Indonesia Strategic Economic and Political Outlook and Asian Powers", di East West Centre, dan di Carnegie Endowment for International Peace dalam seminar bertema "Indonesia Democracy at the Cross Road".

Muhibah Rizal Ramli di Washington DC akan diakhiri dengan seminar bertema "Indonesian Economy and Rule under SBY Administration" di US ASEAN di Washington DC. [guh]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya