Vladimir Putin
Vladimir Putin
RMOL. Pemerintahan Rusia bakal menjadi kerajaan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pasalnya, Putin menempatkan “kaki tangannya†di sejumlah jabatan penting. Perdana Menteri Dmitry Medvedev akan diberi kerjaan dengan lingkup lebih kecil..
Medvedev (46) hanya akan diÂtugaskan mengurusi kebijakan reformasi ekonomi. Yaitu, pro-pertumbuhan ekonomi dan meÂngurangi privatisasi yang memÂbuat Rusia menghabiskan dana sebesar 1,7 miliar dolar AS (sÂeÂkitar Rp 15,9 triliun) untuk baÂhan baÂkar minyak.
Namun, Medvedev, yang mengÂÂhadiri KTT G-8 di Camp David, Amerika Serikat, meÂnamÂpik kaÂbar tersebut.
“Pemerintahan yang sekarang ini akan diperbaharui. Kami puÂnya rencana yang harus segera diÂlaksanakan. Semua siap dengan tugas di tangan,†ujar Medvedev kepada wartawan yang mengeÂruÂmuninya setelah berdialog deÂngan Presiden AS Barack Obama.
Daftar kabinet Putin, antara lain Menteri Keuangan Anton SiÂluanov tetap di posisinya. Ahli ekoÂnomi pro-Putin, Andrei BeÂlousov, menjabat seÂbagai menteri ekonomi. SemenÂtara Igor ShuÂvaÂlov tetap menÂjadi WaÂkil PM pertama yang berÂtangÂgung jaÂwab atas kebiÂjakan ekonomi.
Menteri Pertahanan Anatoly Serdyukov dan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov tetap di posisinya.
Kembalinya Putin ke Kremlin dibarengi dengan aksi protes terbesar sejak Putin memimpin 12 tahun. Pihak oposan menuÂding, Kremlin akan jadi kerajaÂan Putin. Rakyat Rusia serta pihak oposisi menyeÂbut bahwa Putin sama sekali tidak akan mendeÂngar saran rakyat.
“Mereka akan membuat pemeÂrintahan penuh dengan perÂseÂkongkolan. Ini sangat tidak baik bagi iklim politik saat ini,†ujar tokoh oposan Vladimir Frolov.
Menteri Ekonomi German Gref punya pendapat lain. MeÂnurut dia, pemerintahan Putin pasti akan siap menstabilkan perekonomian Rusia. “Di kampaÂnyenya Putin tamÂpak siap melaÂkukan perubahan. Putin siap, walau banyak yang meragukan hal tersebut,†ujar Gref.
Meski data terbaru menunÂjukkan ekonomi Rusia naik 4,9 persen dalam kuartal pertama, kabar baik ini dirusak dengan pengeluaran besar-besaran pada kampanye yang mengakibatkan harga minyak meroket.
“Naiknya harga minyak akan segera dirasakan Rusia. PeÂmeÂrintah harus segera melakukan penyesuaian agar para investor masuk ke Rusia,†tambah Gref.
Putin yang lebih memilih tidak hadir di G-8, sudah meÂnandÂaÂtaÂngani perintah untuk meÂnguÂrangi mobil yang meÂmakai lamÂpu biru yang biasa diÂpakai pejaÂbat negara. Sebab, lamÂpu itu biÂkin pengÂguna jalan marah-maÂrah. Selain itu, dia berjanji akan menambah jumÂlah lapangan pekerjaan di peÂruÂsahaan tank. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29
Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
UPDATE
Sabtu, 10 Januari 2026 | 02:03
Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:47
Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:14
Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:04
Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:34
Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:19
Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:04
Jumat, 09 Januari 2026 | 23:46
Jumat, 09 Januari 2026 | 23:42
Jumat, 09 Januari 2026 | 23:07