Berita

kim yong-nam/afp

Presiden Majelis Rakyat Korut Bertemu Tertutup dengan Pimpinan MPR

SELASA, 15 MEI 2012 | 15:00 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Presiden Presidium Majelis Rakyat Tertinggi Republik Demokratik Rakyat Korea (RDRK), Kim Yong-nam, mendatangi kantor pimpinan MPR RI beberapa saat lalu.

Wakil Ketua MPR, Melani Leimena, mengungkapkan, pertemuan Pimpinan PMR RI dengan orang terkuat nomor dua di negeri yang terisolasi itu adalah untuk mempererat hubungan parlemen antara dua negara. Dari pantauan di lapangan, pertemuan berlangsung tertutup.

"Pertemuan ini untuk mempererat pergerakan perlemen kita," ujar Melani di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (15/5).


Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat ini lebih lanjut mengungkapkan, ada pula misi memperlancar hubungan dagang RI-Korut lebih lancar dan mulus.

"Kita saling belajar, kita belajar teknologi mereka (Korut) yang bagus. Padahal mereka tidak banyak SDA-nya," ucap dia.

"Mungkin mereka juga bisa belajar dengan kenyamanan kita, kita banyak suku, banyak bahasa, banyak agamanya, mungkin juga mereka bisa belajar tentang perkembangan perekonomian kita," tambahnya.

Kim berada di Indonesia sejak Minggu kemarin (13/5) dan dijadwalkan hingga esok. Kunjungan ini untuk memenuhi undangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam kunjungan Kim ke Indonesia, dia didampingi tiga pejabat setingkat menteri.

Kunjungan kenegaraan Presiden RI ke Pyongyang pernah terjadi kala Megawati Soekarnoputri menjabat, pada tahun 2002. Setiba di lapangan terbang, Mega yang melakukan kunjungan tiga hari kala itu dijemput langsung oleh Kim Yong-nam yang menjadi orang nomor dua pemimpin Korut saat itu, mendiang Kim Jong-il.

Tiga tahun setelah itu, Kim Yong-nam mengunjungi Jakarta untuk peringatan 50 tahun Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika pada April 2005. [ald]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya