RMOL. World Robotic Explorer atau rumah yang mengedukasi teknologi robotik bagi anak-anak akan diperbanyak di seribu tempat atau rumah di seluruh Indonesia. Uniknya lagi, pembangunan rumah robotik pertama di luar kota Jakarta akan dibangun di satu daerah yang masih alami di Kabupaten Sumba Barat Daya (NTT).
"Kita ingin terjadinya pemerataan, maka kita akan mulai membangun rumah robotik di luar Pulau Jawa yaitu di Kabupaten Sumba Barat Daya yang kemudian disusul di daerah lain. Kita juga sudah mensurvei untuk membangun di kota Tegal dan Surakarta,†kata Komisaris World Robotic Explorer (Rumah Robot) Rizal Haryanto di Jakarta, Jumat (11/5).
Dia juga mengungkapkan, tujuan mengedukasi anak-anak sejak dini melalui rumah robot agar bisa mengantisipasi terjadinya lompatan teknologi yang terus berkembang.
“Jangan sampai teknologi robot berkembang di ASEAN dan kita menjadi norak karena tidak tahu. Nah, sejak awal kita perkenalkan teknologi robotic ini,’’ terangnya.
Menurut Rizal, saat ini World Robotic Explorer atau Rumah Robot pun sudah masuk lebih dari 40 sekolah nasional dan internasional. Tidak hanya dalam program ekstra kurikuler tapi menjadi bagian pelajaran di sekolah.
Dalam kesempatan itu ditandangani MOU kerjasama kemitraan antara World Robotic Explorer/Rumah Robot diwakili Direktur World Robotic Jully Tjindrawan, Exhibiton Consultant Handini Puspasari dan Pemda Sumba Barat Daya diwakili Bupati dr Kornelius Kodi Mete.
“Ini sebuah kehormatan, karena meskipun di Sumba Barat Daya kehidupannya masih alami, tapi kami sudah mulai menerima rangsangan edukasi teknologi robotic. Kita berharap dengan lompatan ini akan mengedukasi anak-anak di Sumba Barat Daya dan memberikan proses memajukan sumberdaya manusia yang akhirnya berdampak terhadap pembangunan masyarakat di daerah kami,’’ kata Bupati Sumba Barat Daya Kornelius Mete.
Dengan begitu, Kabupaten Sumba Barat Daya menjadi kota kedua berdirinya Rumah Robot yang akan mengedukasi anak-anak tentang teknologi robotic. Saat ini baru terdapat satu Rumah Robot yang berdiri di ibukota dan berlokasi di Thamrin City.
Selain berencana mengembangkan seribu rumah robot di Indonesia, World Robotic Explorer juga berencana menggelar pameran robot tingkat internasional yang diikuti juga oleh sejumlah peserta dari lima negara lainnya.
Acara itu sendiri dijadwalkan berlangsung 12-16 Juni 2003 dengan tajuk Indonesia Robotic Exhibiton Next Generation 2013 atau disingkat IRENG 2013 yang akan berlangsung di Central Park, Jakarta.
Dalam pameran itu, kata Exhition Consultant Handini Puspasari, akan ditampilkan perkembangan robot dunia dari berbagai sektor mulai dari robot yang digunakan dalam bidang industri, robot untuk kegunaan kesehatan dan robot untuk dunia hiburan dan permainan (edutainment robots).
Kendatipun masih tergolong teknologi yang baru, tapi di Indonesia sendiri teknologi robotic sudah sejak lama dikembangkan.
Menurut Kepala Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan BPPT Arya Rezavidi, MEE, Phd, Teknologi robotic sudah dikembangkan di sejumlah Perguruan Tinggi dan Universitas dengan mendesain ciptaan sendiri dan membentuk suatu study group.
“Kita juga sudah masuk tahapan membuat robot untuk penggunaan industry ataupun militer,’’ terangnya.
Beberapa karya robot buatan dalam negeri yang juga dikembangkan BPPT, kata dia, diantaranya penggunaan pesawat tanpa awak. Bahkan, saat ini tengah dikembangkan pembuatan kapal selam tanpa awak untuk militer.
“Jadi robot bisa dipekerjakan di air bahkan untuk menyelam karena tidak membutuhkan oksigen,’’ terangnya.
Dia mengakui perkembangan teknologi robotic di beberapa negara sudah jauh berkembang.
“Karena itu kami menyambut baik eksebisi robot internasional yang diselenggarakan di Indonesia, bahkan diisi dengan sejumlah seminar yang diharapkan memberikan nilai tambah pengembangan penerapan teknologi bagi masyarakat,†pungkasnya.
[arp]