Berita

Hajryianto Y. Thohari/ist

Berlebihan, Pencapresan Ical Disebut Bangunkan Macan Tidur

RABU, 18 APRIL 2012 | 13:44 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Pencapresan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie secara dini dinilai akan membangunkan macan tidur yang bersemayan di partai berlambang pohon beringin tersebut. Tapi, penilaian itu ditampik elit Golkar saat ini.

"Ngga sederamatis itu. Terlalu berlebihan," ujar Ketua DPP Partai Golkar Hajriyanto Y. Thohari di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Rabu, 18/4).

Namun, Wakil Ketua MPR ini mengingatkan, apabila keputusan politik penting, yaitu percepatan penentuan capres Golkar, tidak dikominikasikan dengan baik, pasti tidak akan dapat dukungan yang maksimal.

"Simple saja, mau dukungan maksimal atau tidak. Jika mau, libatkan seluruh tokoh-tokoh PG (Partai Golkar) di struktur maupun luar strukur, baik terkait percepatan Rapimnas maupun mekanisme penentuan capres," ungkap Hajri menyarankan.

Adalah mantan Ketua DPP Golkar Zainal Bintang yang mengungkapkan ihwal macan tidur akan bangkit kalau sampai pencapresan Ical dipercepat. Karena memang, di Golkar terdapat banyak faksi.

Faksi di Golkar itu antara lain, faksi Jusuf Kalla, yang didukung  kalangan NU dan Golkar Indonesia Timur; faksi Akbar Tanjung, didukung HMI dan kader seperjuangan dengan dia; dan faksi Ical, yang didukung kalangan Kadin yang kurang berakar di Golkar.

Tak hanya itu, beber Zainal, juga ada faksi Hajrianto Thohari dan Priyo Budi Santoso, anak muda potensial, yang memiliki basis di kampus-kampus.

Di luar itu, juga ada faksi Agung Laksono yang memiliki basis Kosgoro 57, yang kadernya tersebar di seluruh Indonesia. Lalu faksi Fadel Muhammad yang kuat di Indonesia Timur dan masyarakat Islam. Selain itu, Surya Paloh, meski sudah hengkang, tetap memiliki pengaruh di Golkar. [zul]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya