Berita

arwani thomafi/ist

Enak Diajak Diskusi, Hanya Demokrat yang Mau Dengarkan Aspirasi Partai Menengah

MINGGU, 15 APRIL 2012 | 08:27 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Enam fraksi di DPR, yaitu Demokrat, PAN, PPP, PKB, plus Gerindra dan Hanura  menggelar pertemuan intensif sebelum RUU Pemilu disahkan pada Kamis lalu.

Sekretaris Fraksi PPP M. Arwani Thomafi menyatakan, pertemuan itu merupakan rangkaian dari diskusi panjang yang selama ini dilakukan untuk mencari titik penyelesaian RUU Pemilu.

"Menurut saya itu biasa saja. Ini sekaligus menggambarkan bahwa kekuatan politik di DPR itu berimbang dan dinamis. Publik kan semakin mendapatkan fakta di DPR itu dinamis," kata Arwani saat dihubungi Rakyat Merdeka Online kemarin.

Di DPR ada tiga partai besar, yaitu, Partai Demokrat, Partai Golkar, dan PDI Perjuangan. Tapi, lima partai menengah ke bawah itu hanya berkomunikasi dengan Demokrat. Terbukti Demokrat mau menerima metode kuota murni, yang disuarakan partai menengah ke bawah.

"Karena pada akhirnya dan terbukti Demokrat itu sangat memahami lima partai ini. Dan Demokrat enak diajak diskusi. Simpel saja," imbuh Arwani.

Arwani tak menampik, ada kesepakatan lain di samping hanya membahas soal RUU Pemilu.

"Sekali lagi, itu kan diskusi tentu ada kesepakatan-kesepakatan dan kesepahaman-kesepahaman di tingkat pimpinan fraksi. Salah satu kesepakatannya adalah terus melakukan pembicaraan untuk mendalami sebuah persoalan," jelasnya.

Wakil Ketua Pansus RUU Pemilu ini juga membenarkan bawha ada pembicaraan ke arah bergabungnya Partai Gerindra dan Hanura ke barisan partai koalisi. "Jalan ke arah sana sangat terbuka dan menurut saya itu tidak diharamkan dalam mencari solusi terbaik untuk negeri ini," jelasnya.

Apakah ada kompensasi dari Partai Demokrat karena telah mau mengakomodir aspirasi dari lima partai menengah ke bawah?

"Keinghinan kita dan termasuk Demokrat, momentum diskusi panjang terkait UU Pemilu bisa menjadi inspirasi untuk sebuah kebersamaan dalam mencari jalan keluar atas persolan bangsa ini," tandasnya.

Tapi, Partai Gerindra dan Hanura sudah menegaskan, tidak akan berkoalisi dengan partai pemerintah. Mereka hanya bersepakat dalam kaitan pembahasan RUU Pemilu. [zul]


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya