ilustrasi
ilustrasi
RMOL. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) lebih sepakat pada sistem Pemilihan Umum (Pemilu) dengan sistem kuota murni. Pasalnya, sistem webster dinilai menyimpang dari konstitusi.
Demikian disampaikan oleh anggota DPR dari Fraksi PPP, Ahmad Yani, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/4). Dikatakannya, partai yang memilih sistem webster adalah pelanggar konstitusi.
"Kita tetap kuota murni, kita lihat saja, partai yang mana taat konstitusi. Webster itu betul, tapi tidak profesionalnya dia menyimpang tinggi, kalau semakin tinggi, maka semakin tinggi dia menyimpang dari konstitusional," kata Yani.
Populer
Rabu, 01 April 2026 | 18:05
Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08
Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59
Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43
Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07
Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51
Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26
UPDATE
Jumat, 03 April 2026 | 20:06
Jumat, 03 April 2026 | 19:59
Jumat, 03 April 2026 | 19:42
Jumat, 03 April 2026 | 19:18
Jumat, 03 April 2026 | 19:01
Jumat, 03 April 2026 | 18:52
Jumat, 03 April 2026 | 18:35
Jumat, 03 April 2026 | 18:31
Jumat, 03 April 2026 | 18:03
Jumat, 03 April 2026 | 17:45