Berita

ilustrasi

PPP: Sistem Webster Langgar Konstitusi

KAMIS, 12 APRIL 2012 | 15:35 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) lebih sepakat pada sistem Pemilihan Umum (Pemilu) dengan sistem kuota murni. Pasalnya, sistem webster dinilai menyimpang dari konstitusi.

Demikian disampaikan oleh anggota DPR dari Fraksi PPP, Ahmad Yani, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/4). Dikatakannya, partai yang memilih sistem webster adalah pelanggar konstitusi.

"Kita tetap kuota murni, kita lihat saja, partai yang mana taat konstitusi. Webster itu betul, tapi tidak profesionalnya dia menyimpang tinggi, kalau semakin tinggi, maka semakin tinggi dia menyimpang dari konstitusional," kata Yani.


Lebih jauh ia menjelaskan, sistem Pemilu yang harus diberlakukan bukan persoalan diuntungkan atau dirugikan. Namun, sistem Pemilu yang diberlakukan di Indonesia harus lebih mengacu kepada konstitusi dan UU yang berlaku di tanah air.

"Konstitusi kita dan UUD kita menegakkan betul bahwa sistem pemilihan kita ini profesional, dengan kita memilih sistem kuota murni, itulah mendekati derajat profesional," jelasnya. [mar]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya